HUT ke-54 KORPRI Tahun 2025. Sarif Kakung: Jangan Bekerja Secara Rutinitas, Bekerjalah Secara Inovatif dan Kolaboratif
digtara.com - Setiap tanggal 29 November diperingati sebagai Hari Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI). Momentum hari KORPRI bisa jadikan untuk refleksi bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Jawa Tengah untuk terus berinovasi serta memiliki etos kerja tinggi, agar dapat memberikan nilai tambah terhadap pembangunan dan pelayanan masyarakat.Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah mengatakan, inovasi sekecil apapun, dapat berdampak positif terhadap peningkatan kinerja.
Baca Juga:
"Jangan bekerja secara rutinitas, namun semua harus bisa bekerja secara inovatif dan bekerja secara kolaboratif," ungkap Sarif Abdillah, Sabtu (29/11/2025).

Baca Juga:
HUT ke-54 KORPRI Tahun 2025 ini mengusung tema: "Bersatu, Berdaulat, Bersama KORPRI, Dalam Mewujudkan Indonesia Maju".
"Ini bisa dimaknai bahwa ASN menjadi fondasi utama untuk menjalankan tugas pelayanan publik secara mandiri dan berdaulat demi mewujudkan Indonesia Maju," sebut politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.
Kakung, sapaan akrab Sarif Abdillah menambahkan, perkembangan teknologi dan dinamika kebutuhan masyarakat yang bergerak semakin cepat menuntut ASN untuk terus berinovasi.
"Inovasi bukan lagi sekadar inisiatif tambahan, tetapi telah menjadi tuntutan utama dalam mewujudkan pelayanan publik yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan masa kini," jelas Kakung.
Melalui inovasi yang berkelanjutan, ASN dapat memperkuat efektivitas birokrasi, meningkatkan kualitas layanan publik, serta memastikan pemerintah tetap responsif dan kompetitif dalam menghadapi tantangan baru.
Baca Juga:
"ASN dapat menjadi motor penggerak utama dalam menghasilkan kesejahteraan bagi masyarakat melalui inovasi," jelas legislator dari daerah pemilihan (dapil) Banyumas dan Cilacap ini.
Kakung juga mengingatkan, sara berpikir birokratik yang kaku harus diubah menjadi cara berpikir inovatif. setiap instansi tidak bisa bekerja sendiri.
"Harus beralih dari ego system menjadi eco system, membangun kerja sama lintas sektor agar program prioritas pemerintah dampaknya dapat dirasakan oleh masyarakat," bebernya.
Dalam konteks pengentasan kemiskinan, kolaborasi ini dapat diwujudkan melalui program pemberdayaan ekonomi, pelatihan kerja, dan pengembangan UMKM yang melibatkan dunia usaha sebagai mitra aktif.
"Ditambah penguatan kapasitas, maka ASN bisa membantu percepatan penurunan angka kemiskinan melalui pendekatan kolaboratif, inovatif dan berdampak nyata untuk masyarakat," pungkasnya. (San).
Baca Juga:
WFH Bagi ASN Kota Kupang Diberlakukan, Wajib Segera Respon Pekerjaan
Wali Kota Kupang Respons Penggerebekan Dua Lurah, Tegaskan Sanksi Disiplin ASN
Wahid Su’udi PHD Asal Demak Ungkap Pelayanan Haji 2026 Memiliki Tantangan yang Lebih Kompleks, Sekda Jateng Minta Pelayanan Jadi Prioritas Utama
Dr KH Multazam Ahmad: Puasa Sehatkan Fisik dan Ruhani
Sejumlah ASN di Kabupaten Lembata Disanksi, Empat Orang Dipecat