Pendapatan Layak Petani Masih Jauh dari Standar Bank Dunia. Sarif Kakung Minta Kesejahteraan Petani di Jawa Tengah Perlu Terus Ditingkatkan
digtara.com - Kesejahteraan petani di Jawa Tengah perlu terus diperbaiki di tengah capaian produksi beras yang meningkat di provinsi ini.Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah mengatakan, sejauh ini masih ada kesenjangan antara peningkatan produksi beras dengan kesejahteraan petani.
Baca Juga:
Mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS) pendapatan petani masih di kisaran Rp2,4 juta per bulan.
"Padahal standar Bank Dunia terhadap pendapatan layak petani berkisar Rp7,5 juta per bulan," ujar Sarif Abdillah, Kamis (27/11/2025).

Baca Juga:
Kakung, sapaan akrab Sarif Abdillah menuturkan, tolak ukur kesejahteraan petani tidak cukup hanya berbasis Nilai Tukar Petani (NTP), tetapi juga mempertimbangkan riil pendapatan.
"Karena itu kita terus mendorong pemerintah agar bagaimana kesejahteraan petani ini meningkat," sebut politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.
Apalagi, kata Kakung, jika mengacu NTP, angkanya di Jawa Tengah terus fluktuatif. BPS menyebut NTP pada Oktober 2025 sebesar 116,41.
"Angka ini turun 0,36% dari bulan sebelumnya," jelas legislator dari daerah pemilihan (dapil) Banyumas dan Cilacap ini.
Di sisi lain, produktivitas gabah kering giling (GKG) di Jateng periode Januari hingga Oktober 2025 mengalami peningkatan 253.627 ton dibandingkan periode yang sama di tahun 2024.
Baca Juga:
"Ini tentu merupakan jasa besar dari para petani. Karena itu sudah semestinya, pemerintah terus melakukan perbaikan kesejahteraan mereka," pungkasnya. (San).
Tragis! Petani di Kabupaten TTS Tewas Dihajar Istri Dengan Besi
3 Syarat Merdeka Finansial: Aset Produktif, Bebas Utang, dan Dana Darurat
Petani di Kabupaten Sikka Ditemukan Meninggal di Pematang Sawah
Tingkat Kepuasan Jemaah Haji 2026 Tembus 91,45%, Tonggak Sejarah Penyelenggaraan Ibadah Haji
Usai Bertengkar Dengan Istri dan Pergi Dari Rumah, Petani di TTU Ditemukan Gantung Diri di Kebun