Pesta Kelulusan SMA di Alor Berujung Penganiayaan, Satu Pria Terkena Panah
digtara.com -Sekelompok siswa dan pemuda di Kabupaten Alor menggelar pesta merayakan kelulusan SMA.
Baca Juga:
Peristiwa ini terjadi pada Rabu (6/5/2026) subuh di Desa Wolwal, Kecamatan Alor Barat Daya, Kabupaten Alor.
Pesta kelulusan SMA digelar di wilayah Pancoran Desa Wolwal Tengah (desa tetangga dari Desa Wolwal ke arah Barat).
Baca Juga:Saat itu pestanya dihadiri oleh para anak muda dari Wolwal, Moru, Pailelang, Fanating dan Ruilak .
Yakob Tomas Padakari (28), warga Fanating, Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor dirawat intensif karena anak panah tertancap di kepala.
Pada Selasa, 5 Mei 2026 malam sekitar pukul 22.00 Wita l, ada acara joget kelulusan sekolah SMA di kampung Pancoran, Desa Wolwal Tengah, Kecamatan Alor Barat Daya, Kabupaten Alor.
Peristiwa ini menimbulkan saling tuduh diantara pemuda yang hadir.
Pemuda asal Wolwal menuduh pemuda dari Ruilak yang melakukan pelemparan.
Baca Juga:Hal ini memicu ketersinggungan dari pemuda Ruilak. Mereka tidak terima dengan tuduhan dari pemuda Wolwal sehingga pemuda Ruilak sempat mengeroyok Dean Dematrius Kantalau.
Pengeroyokan ini menyebabkan Dean mengalami luka pada pelipis dan mengeluarkan darah.
Dean bersama rekan pemuda dari Wolwal langsung pulang dari tempat pesta joget menuju desa Wolwal dan acara joget tersebut langsung bubar.
Sebagian pemuda dari kampung Fanating dan kampung Ruilak yang pulang saat itu sempat dihadang di sekitar kali Wolwal, Desa Wolwal.
Saat itu terjadi perkelahian dan saling lempar batu pada Selasa tengah malam di wilayah Wolwal.
Baca Juga:Korban Yakob Tomas Padakari dan rekannya juga dalam perjalanan pulang dari Wolwal menuju Ruilak. Mereka berboncengan tiga menggunakan sepeda motor honda beat.
Dalam perjalanan dan saat tiba di kali Wolwal, mereka melihat terjadi tawuran antar pemuda Wolwal.
Korban dan rekan terus melaju dengan sepeda motor melewati tawuran tersebut sekitar 20 meter ke arah timur.
Terlibat Sejumlah Kasus Pidana, Pria di Rote Ndao Segera Disidangkan
Kurang dari 24 Jam, Polres Sumba Timur Bekuk Para Pelaku Penganiayaan Menyebabkan Orang Meninggal
Masalah Sepele, Petani di Sumba Timur Dianiaya Kerabatnya Hingga Tewas
Aniaya Gadis Dibawah Umur, ASN di Kota Kupang Segera Disidangkan
Diduga Mabuk Miras, WNA Timor Leste Aniaya Pasangannya di Kupang