Flores Timur Diguncang Gempa Bumi, Puluhan Rumah di Dua Desa Rusak
digtara.com -Gempa bumi beruntun terjadi di Kabupaten Lembata dan wilayah Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), sejak Rabu (8/4/2026) malam hingga Kamis (9/4/2026) pagi.
Baca Juga:
Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, mencatat kekuatan gempa terbesar yaitu M4,7 berpusat terjadi di koordinat 8,36 LS dan 123,15 BT, atau sekitar 21 kilometer tenggara Larantuka, dengan kedalaman dangkal 5 kilometer.
Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa ini merupakan gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif.
Baca Juga:Gempa susulannya 48 kali per Kamis (9/4/2026) pukul 05.40 WIB, dengan yang tertinggi yaitu 3,8M di darat pada pukul 04.54 WIB, sekitar 24 kilometer tenggara Larantuka dengan kedalaman 3 kilometer.
Arief menegaskan gempa bumi tidak berpotensi tsunami karena tidak memicu deformasi dasar laut yang signifikan.
Ia mengimbau masyarakat untuk tetap mewaspadai gempa susulan yang masih mungkin terjadi, meski kekuatannya cenderung menurun.
Begitu pun dengan adanya puluhan korban luka-luka akibat kejadian tersebut.
Namun begitu pendataan pasti masih dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores Timur yang kemungkinan jumlahnya bisa bertambah.
Baca Juga:"Sampai 70-an rumah. Ini masih laporan sementara karena tim dari BPBD masih mendata riilnya dan masih kita tunggu berapa kerusakan berat dan ringan," ujarnya pada Kamis (9/4/2026).
Menurutnya, dua desa ini masih jadi fokus berbarengan dengan laporan lainnya dari Desa Waiburak hingga beberapa wilayah sekitarnya.
"Kita fokus penanganan dua desa itu sambil jalan menyebar ke desa lain untuk mengumpulkan data," ujarnya.
Larantuka-Flores Timur Diguncang Gempa Bumi Tektonik Beruntun
Polki Bantu Bangun Tenda dan Polwan Bantu Dapur Umum di Posko Bencana Alam Flores Timur
Diduga Istri Diselingkuhi, Kepala Dusun di Flores Timur Ditikam Rekannya
Korban Gempa Flores Timur Butuh Sejumlah Bantuan
Ratusan Rumah Warga dan Fasilitas Umum Rusak Pasca Gempa Flores Timur, 403 KK Berdampak