Kamis, 09 Juli 2026

Polisi Selidiki Tiga WNI diduga Fasilitasi Keberangkatan Belasan WNA Uzbekistan

Imanuel Lodja - Kamis, 09 Juli 2026 16:00 WIB
Polisi Selidiki Tiga WNI diduga Fasilitasi Keberangkatan Belasan WNA Uzbekistan
ist
16 WNA Uzbekistan diserahkan Kasat Reskrim Polres Alor ke Imigrasi Kupang, Kamis (9/7/2026)

digtara.com -Penyidik Satreskrim Polres Alor mengawal pemberangkatan 16 orang Warga Negara Asing (WNA) asal Uzbekistan ke Kupang.

Baca Juga:

Para WNA ini berangkat dari Kalabahi, Kabupaten Alor pada Rabu (8/7/2026) siang dengan kapal feri Cakalang.

Mereka didampingi Kasat Reskrim Polres Alor, AKP Amru Ichsan dan anggota, tiba di Kupang pada Kamis (9/7/2026) subuh.

Para WNA ini langsung dijemput petugas dari kantor Imigrasi Kupang, anggota Dit Res PPA dan PPO dan Dit Intelkam Polda NTT.

Di kantor Imigrasi Kupang, 16 WNA ini didata. Seluruh dokumen termasuk paspor diserahkan pihak Satreskrim Polres Alor ke petugas Imigrasi Kupang.

Kasat Reskrim Polres Alor, AKP Amru Ichsan mengaku kalau 16 orang WNA ini tiba di Pantar, Kabupaten Alor pada Jumat (3/7/2026) subuh.

Baca Juga:
"Mereka tiba pada Jumat subuh menggunakan kapal fiber 7 GT memakai lima mesin. Diatas kapal ada empat drum BBM namun sudah kosong," ujar Kasat pada Kamis pagi.

Begitu turun ke darat di pantai Kampung Air Panas, belasan WNA ini ditemukan masyarakat dan dilaporkan ke polisi. 16 WNA langsung dibawa ke Polres dan diinapkan sementara di Homestay Hamala Kalabahi hingga diberangkatkan ke Kupang.

Dalam pemeriksaan polisi, 16 WNA ini datang ke Kupang dari Kendari, Sulawesi Tenggara difasilitasi tiga orang warga asal Kendari.

"Mereka (WNA) diantar oleh tiga warga Sulawesi dari Kendari," tambah Kasat.

Polisi pun masih mengidentifikasi keberadaan tiga warga asal Kendari tersebut.

Kasat juga menyebutkan kalau kapal yang dipakai belasan WNA ini adalah jenis fiber dan sudah dimodifikasi.

"Ciri-ciri kapal sudah dimodifikasi khusus untuk membawa manusia," tandas mantan Kasat Reskrim Polres Rote Ndao.

Saat diperiksa polisi, para WNA mengaku masuk ke Indonesia dari tiga kota yakni Jakarta, Surabaya dan Denpasar secara legal. Mereka mengantongi paspor dam bisa resmi.

Para WNA yang memiliki pekerjaan sebagai fotografer, teknisi dan pemilik cafe mengaku datang ke Indonesia untuk keliling ke lima kota (Kendari, Kupang, Jakarta, Surabaya dan Denpasar).

"Mereka mengaku mau keliling lima kota besar. Tapi kapal dimodifikasi untuk jalan jauh," tandas Kasat.

Baca Juga:
Hingga saat ini polisi belum menemukan keberadaan tiga WNI asal Kendari. "Belum temukan dan masih dicari," ujar Kasat.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Belasan WNA Uzbekistan Terdampar di Kampung Air Panas-Pantar Kabupaten Alor

Belasan WNA Uzbekistan Terdampar di Kampung Air Panas-Pantar Kabupaten Alor

Rajut Kedamaian, Polres Alor Deklarasikan Kampung Aman

Rajut Kedamaian, Polres Alor Deklarasikan Kampung Aman

Berkas Lengkap, Tersangka Dan Barang Bukti Kasus Pembunuhan di Alor Dilimpahkan Ke Kejaksaan

Berkas Lengkap, Tersangka Dan Barang Bukti Kasus Pembunuhan di Alor Dilimpahkan Ke Kejaksaan

Polairud Polda NTT Gagalkan Percobaan Penyelundupan Sembilan WNA Uzbekistan Ke Australia

Polairud Polda NTT Gagalkan Percobaan Penyelundupan Sembilan WNA Uzbekistan Ke Australia

Ini Empat Buronan Penyelundup WNA China dan Uzbekistan di Rote Ndao

Ini Empat Buronan Penyelundup WNA China dan Uzbekistan di Rote Ndao

Tangani Sejumlah Kasus, Polres Alor Amankan Sajam dan Senpira

Tangani Sejumlah Kasus, Polres Alor Amankan Sajam dan Senpira

Komentar
Berita Terbaru