Sempat Minta Dibuatkan Kopi, Petani di TTS Ditemukan Tewas Tergantung Pada Pohon Asam
digtara.com -YBT (31), seorang petani di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di sebuah pohon asam di Desa Nunusunu, Kecamatan Kualin, Kabupaten TTS, Jumat (9/10/2026) lalu.
Baca Juga:
Kapolres TTS, AKBP Kristiyan B. Martino, SH SIK MM CELM., melalui Kasi Humas, Iptu Sirta Siregar menyampaikan bahwa personel kepolisian telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan, mengumpulkan keterangan saksi, serta mengamankan sejumlah barang bukti guna mendukung penanganan peristiwa tersebut.
Polisi juga mengumpulkan keterangan dari dua orang saksi yang mengetahui keadaan korban sebelum dan saat penemuan jenazah.
Saksi pertama, Yakub Tamela, menerangkan bahwa pada Kamis (8/10/2026) malam, ia bersama korban pergi ke hutan untuk berburu burung.
Setelah kembali ke rumah, keduanya memasak dan memakan hasil buruan tersebut. Korban kemudian mengambil tikar dan beristirahat di bawah pohon asam bersama Yakub.
Baca Juga:Sementara itu, saksi kedua, Patriana Ola, menerangkan bahwa pada Jumat sekitar pukul 04.30 WITA, korban sempat datang membangunkannya dan meminta dibuatkan kopi.
Setelah kopi selesai dibuat, Patriana bermaksud mengantarkannya kepada korban. Namun, korban sudah tidak berada di tempat.
Ketika hendak menuju pohon pisang di belakang rumah, Patriana melihat korban telah tergantung di pohon asam yang berada tidak jauh dari lokasi tersebut.
Patriana kemudian berlari kembali ke rumah dan memberitahukan kejadian itu kepada keluarga korban.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis yang dilakukan oleh dokter Puskesmas Panite, dr. Maria Angelia Mena, penyebab kematian korban akibat mati lemas atau asfiksia karena tekanan eksternal pada leher.
Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan sejumlah barang bukti pakaian korban, kain bermotif Timor, serta tali plastik warna putih keperakan yang ditemukan digunakan pada peristiwa tersebut.
Terkait dugaan penyebab kejadian, berdasarkan keterangan yang dihimpun, terdapat dugaan permasalahan keluarga dan ekonomi yang dialami korban.
Sebelum kejadian, korban disebut sempat mempermasalahkan pemasangan jaringan atau instalasi listrik di rumahnya yang belum terpasang.
Namun, dugaan mengenai motif tersebut masih didasarkan pada keterangan awal dan tidak dapat dipastikan hanya dari hasil olah TKP.
Baca Juga:Pihak keluarga menyatakan menerima kematian korban sebagai kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa.
Polres TTS mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga komunikasi dan kepedulian terhadap anggota keluarga maupun orang-orang di lingkungan sekitar, terutama ketika menghadapi persoalan keluarga atau tekanan ekonomi.
Masyarakat diharapkan saling memberikan dukungan dan segera mencari bantuan dari keluarga, tokoh masyarakat, atau tenaga profesional apabila menghadapi persoalan yang berat.
Aksi Pemalakan di Sumba Barat Daya Sering Terjadi Bahkan Anggota Jadi Korban, Polisi Langsung Bekuk Pelaku
Sempat Utarakan Niat Menikah Lagi Pada Istrinya, Pria di Kabupaten Sikka-NTT Ditemukan Meninggal Gantung Diri
Siswa SMK di Alor-NTT Tewas Terkena Panah Saudara Sepupunya
Curi di Lasiana-Kota Kupang, Diamankan di Kupang Tengah-Kabupaten Kupang
Siswa Dua Sekolah Menengah di Alak-Kupang Tawuran, Polisi Fasilitasi Penyelesaian Secara Damai