Sabtu, 10 Oktober 2026

Rampas Perhiasan Warga Saat Pulang Gereja, Dua Pemuda di Kota Kupang Segera Disidangkan

Imanuel Lodja - Sabtu, 10 Oktober 2026 09:10 WIB
Rampas Perhiasan Warga Saat Pulang Gereja, Dua Pemuda di Kota Kupang Segera Disidangkan
Penyidik Reskrim Polsek Maulafa menyerahkan dua tersangka ke Kejaksaan Negeri Kupang

digtara.com -VPL dan JMU, dua pemuda di Kota Kupang, NTT segera menjalani sidang pasca berkas perkara P21 dan diserahkan ke jaksa.

Baca Juga:

Kedua tersangka diserahkan ke Kejaksaan Negeri Kota Kupang pada Jumat (9/10/2026).

VPL dan JMU melakukan percobaan pencurian dengan korban NI. Kejadian ini berlangsung beberapa waktu lalu.

Penyidik unit Reskrim Polsek Maulafa, Polresta Kupang Kota kemudian melaksanakan tahap II perkara dugaan percobaan tindak pidana pencurian dengan menyerahkan dua tersangka beserta barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kupang.

Tahap II dipimpin Panit II Opsional Unit Reskrim Polsek Maulafa, Aiptu Ayub Y. F. Kapitan, SH bersama penyidik pembantu Aipda Elyazar H. Obotunga, Brigpol Jefri D. Haba serta anggota Buser Polsek Maulafa.

Penyerahan tersangka dan berkas perkara diterima oleh jaksa Leginov M. J. Malelak, SH di Kejaksaan Negeri Kota Kupang.

Baca Juga:
Perkara tersebut berawal dari laporan polisi di Polsek Maulafa, Polresta Kupang Kota, Polda NTT pada 3 Mei 2026.

Dalam proses penanganan perkara ini, kedua tersangka berhasil diamankan oleh petugas di dua lokasi berbeda di wilayah Kota Kupang.

Pengamanan tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam mengungkap perkara dan membawa para tersangka untuk menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Perkara tersebut bermula dari kejadian yang berlangsung pada Minggu, 3 Mei 2026, sekitar pukul 08.53 WITA, di Jalan Titusnau, RT 013/RW 005, Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Saat itu, korban baru pulang dari gereja dengan mengendarai sepeda motor. Ketika berada di sekitar perempatan Jalur 40, korban melihat dua orang yang berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Scoopy warna putih mengikuti dari belakang.

Saat korban hendak berbelok ke kiri, kedua orang tersebut mendekati dan memepet sepeda motor korban. Salah seorang kemudian menarik kalung yang dikenakan korban hingga putus.

Korban langsung berteriak meminta pertolongan sambil meneriakkan kata "pencuri". Kedua pelaku kemudian melarikan diri menggunakan sepeda motor.

Seorang warga yang mengetahui kejadian itu turut melakukan pengejaran terhadap para pelaku.

Dalam perkara tersebut, perbuatan para tersangka diproses sebagai dugaan percobaan tindak pidana pencurian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 479 ayat (2) huruf d Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Pasal 17 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, subsider Pasal 477 ayat (1) huruf g Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Pasal 17 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Kapolsek Maulafa, AKP M. L. Petterson Riwu, SH mengatakan bahwa pelaksanaan tahap II merupakan bagian dari proses penegakan hukum setelah penyidik menyelesaikan seluruh rangkaian penyidikan dan berkas perkara dinyatakan siap untuk dilimpahkan kepada Jaksa Penuntut Umum.

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Unggahan di Media Sosial Picu Konflik Warga di Kolhua-Kupang

Unggahan di Media Sosial Picu Konflik Warga di Kolhua-Kupang

Siswa Dua Sekolah Menengah di Alak-Kupang Tawuran, Polisi Fasilitasi Penyelesaian Secara Damai

Siswa Dua Sekolah Menengah di Alak-Kupang Tawuran, Polisi Fasilitasi Penyelesaian Secara Damai

Lansia di Takari-Kupang Ditemukan Meninggal Dalam Hutan Dalam Kondisi Tubuh Tidak Utuh

Lansia di Takari-Kupang Ditemukan Meninggal Dalam Hutan Dalam Kondisi Tubuh Tidak Utuh

Ratusan Lembar Kawat Bronjong Digelapkan, Polres Malaka Tangkap Dua Pelaku di Takari-Kupang

Ratusan Lembar Kawat Bronjong Digelapkan, Polres Malaka Tangkap Dua Pelaku di Takari-Kupang

Tidak Ditahan Setelah Jadi Tersangka Pencemaran Nama Baik, Perempuan di Manggarai Barat Dikenakan Wajib Lapor

Tidak Ditahan Setelah Jadi Tersangka Pencemaran Nama Baik, Perempuan di Manggarai Barat Dikenakan Wajib Lapor

Ketua FKPT NTT Hadiri Monev BNPT-FKPT 2026 Rumuskan Strategi Pencegahan Radikalisme dan Terorisme di Daerah

Ketua FKPT NTT Hadiri Monev BNPT-FKPT 2026 Rumuskan Strategi Pencegahan Radikalisme dan Terorisme di Daerah

Komentar
Berita Terbaru