Undana Berdampak, Tim Relawan Beri Pelayanan Maksimal Bagi Korban Gempa Flores
Baca Juga:
Tenaga kesehatan lokal merupakan salah satu kelompok yang berada di garis depan ketika bencana terjadi. Namun mereka juga merupakan korban yang memiliki keluarga dan rumah yang harus dipikirkan.
Di satu sisi mereka harus memastikan pasien mendapatkan pelayanan. Disisi lain, mereka harus menghadapi dampak bencana yang mungkin juga dialami keluarga mereka sendiri.
Karena itu, perhatian terhadap kesejahteraan tenaga kesehatan menjadi bagian penting dalam penanganan bencana.
"Bagaimana mereka bisa melayani pasien secara maksimal, sedangkan mereka juga bagian dari korban dan mereka juga terancam. Jadi kesejahteraan mereka sangat penting," katanya.
Baca Juga:Lebih jauh, ungkap dosen pendamping lapangan itu bahwa dalam penanganan bencana, salah satu yang paling penting adalah koordinasi antar relawan di lapangan.
Banyaknya tim medis yang datang ke wilayah terdampak bencana merupakan hal positif. Namun tanpa koordinasi yang baik, pelayanan berpotensi tidak merata karena satu lokasi bisa saja didatangi lebih dari satu tim, sementara wilayah lain belum tersentuh.
Karena itu, pemetaan kebutuhan dan koordinasi antar tim menjadi hal yang perlu diperkuat dalam setiap operasi kemanusiaan.
Selain persoalan koordinasi, kata dr. Deif pengalaman di Flores juga menjadi evaluasi bagi Undana dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi situasi kebencanaan.
Menurut dr. Deif, NTT berada di wilayah yang rawan berbagai jenis bencana. Karena itu, pembekalan kebencanaan seharusnya tidak hanya diberikan ketika bencana telah terjadi.
"Pembekalan tersebut sangat penting karena relawan sendiri dapat menghadapi kondisi kesehatan maupun situasi darurat selama berada di lokasi bencana," ujarnya.
dr. Deif juga menyoroti aspek yang sering terlupakan dalam misi kemanusiaan, yakni kesiapan mental relawan.
Menurutnya, bekerja di lokasi bencana bukan pekerjaan ringan. Relawan harus menghadapi korban, kerusakan, kelelahan, tekanan dan berbagai situasi emosional.
Karena itu, kata dia relawan Undana juga mendapatkan pembekalan mengenai Psychological First Aid atau penanganan pertama psikologis.
Baca Juga:Pembekalan tersebut memberikan pemahaman kepada relawan mengenai cara menghadapi tekanan dan menjaga kondisi psikologis ketika berada di tengah situasi bencana.
dr. Deif menyebut pembekalan seperti ini seharusnya tidak hanya diberikan kepada tenaga kesehatan. Relawan non medis yang turun ke lapangan juga perlu memiliki kesiapan mental yang baik.
Sebab, lanjutnya jangan sampai orang yang datang untuk membantu justru mengalami masalah karena tidak siap menghadapi tekanan di lokasi bencana.
Kiprah tim relawan Undana dalam penanganan bencana gempa bumi di Pulau Flores tersebut mendapat apresiasi dari Gubernur NTT, Melki Laka Lena.
Menurut Melki, keterlibatan langsung civitas akademika Undana dalam penanganan bencana menjadi bukti bahwa perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi penonton ketika masyarakat menghadapi persoalan dan krisis.
Jadi Kehormatan Jalani Misi Kemanusiaan di Flores, Tim Slog Polri Bahagia Layani Warga Korban Gempa
Amankan Dua Terduga Pelaku Pencurian Ternak, Polres Sumba Timur Masih Dalami Dugaan Keterlibatan Anggota Polri
Misi Kemanusiaan, Polairud Antar Bantuan ke Wilayah Pesisir Terisolir
Bubarkan Aksi Balap Liar, Polres Belu Amankan Dua Sepeda Motor
Sambut HUT Lantas, Polres Sumba Barat Salurkan Bantuan Ribuan Liter Air Bersih Bagi Warga