Selasa, 08 September 2026

Undana Berdampak, Tim Relawan Beri Pelayanan Maksimal Bagi Korban Gempa Flores

Imanuel Lodja - Selasa, 08 September 2026 14:15 WIB
Undana Berdampak, Tim Relawan Beri Pelayanan Maksimal Bagi Korban Gempa Flores
ist
Tim relawan Undana bidang medis saat memberikan layanan kesehatan kepada warga korban gempa bumi
"Kita langsung melakukan observasi kepada semua warga yang ada. Agar mengetahui apa penyakit yang diderita dan menentukan tindakan apa yang harus dilakukan," ujar dr. Deif yang juga menjabat sebagai Koordinator Program Studi (KPS) Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi dan Terapi Intensif Undana itu.

Baca Juga:

Sesampainya di Tedakisa, rumah-rumah warga tampak rusak akibat gempa. Gedung kepala desa pun mengalami kerusakan.

Kisah lain terjadi di Desa Langedhawe. Tim harus merujuk seorang anak yang mengalami patah tulang agar mendapatkan penanganan lebih lanjut dan kemungkinan operasi ORIF.

Sementara di Manggarai, Tim 2 yang ditempatkan di wilayah kerja Puskesmas Nanu, Kecamatan Rahong Utara, melayani 752 pasien hanya dalam empat posko selama 25-28 Agustus.

Sebanyak 150 pasien dilayani di Posko Desa Tengku Lese, 209 pasien di Desa Bangkaruang, 229 pasien di Desa Benteng Tubi dan 164 pasien di Dusun Galang, Desa Ponglengor.

Hipertensi derajat II-III, reaksi stres akut, ISPA, nyeri punggung bawah dan insomnia menjadi keluhan terbanyak.

Baca Juga:
Di wilayah tersebut, relawan juga menemukan persoalan mendasar. Puskesmas setempat tidak memiliki dokter selama sekitar delapan bulan terakhir.

Stok obat terbatas, sementara alat medis seperti USG belum dimanfaatkan maksimal karena keterbatasan tenaga terlatih.

Bangunan puskesmas pun mengalami kerusakan akibat gempa sehingga pelayanan dilakukan di tenda darurat.

Bagi dr. Deif, perjalanan tersebut menjadi pengalaman sekaligus pembelajaran bagi para mahasiswa.

"Memang di pelosok warga sulit mendapat sentuhan pelayanan dari dokter. Dokter masih sangat minim sehingga kehadiran tim medis disaat kondisi gempa sangat membantu," sebutnya.

Ia juga mengisahkan bahwa, sempat ada anggota yang ragu bahkan membatalkan keberangkatan. Namun, ia mengingatkan mahasiswa bahwa misi tersebut merupakan bagian dari pengabdian sebagai tenaga medis.

"Ketika kami ditugaskan, ada banyak yang ragu-ragu bahkan batal berangkat. Tapi saya mengatakan kepada mahasiswa bahwa ini merupakan pengabdian kita sebagai tenaga medis dan pengalaman ini tidak semua tenaga medis, apalagi mahasiswa. Jadikan ini sebagai pelajaran berharga dalam perjalanan pelayanan kesehatan," ujarnya.

Dukungan Undana dan para dosen membantu tim menyiapkan obat serta kebutuhan pelayanan sebelum berangkat.

Dengan bekal tersebut, mereka menembus medan rusak dan memberikan pelayanan dari pagi hingga malam.

Yang paling membekas justru sambutan masyarakat. Warga menyambut kedatangan relawan dengan antusias. Warga bahkan mengalungkan tanda penghormatan berupa kain adat kepada dokter dan mahasiswa yang datang.

Baca Juga:
Saat hendak pulang, sebagian warga tidak rela. Pada 31 Agustus, ketika Posko Lapangan Berdikari sudah ditutup dan tim bersiap kembali ke Kupang, seorang bapak datang dan meminta dokter jangan pulang.

Dengan nada bercanda, ia bahkan mengatakan akan mendoakan agar gempa dan air kembali naik supaya dokter tetap tinggal.

Di balik kelakar itu, ujar dokter spesialis anestesiologi dan terapi intensif itu, tersimpan kerinduan yang sesungguhnya dari warga akan tenaga dokter.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Jadi Kehormatan Jalani Misi Kemanusiaan di Flores, Tim Slog Polri Bahagia Layani Warga Korban Gempa

Jadi Kehormatan Jalani Misi Kemanusiaan di Flores, Tim Slog Polri Bahagia Layani Warga Korban Gempa

Amankan Dua Terduga Pelaku Pencurian Ternak, Polres Sumba Timur Masih Dalami Dugaan Keterlibatan Anggota Polri

Amankan Dua Terduga Pelaku Pencurian Ternak, Polres Sumba Timur Masih Dalami Dugaan Keterlibatan Anggota Polri

Misi Kemanusiaan, Polairud Antar Bantuan ke Wilayah Pesisir Terisolir

Misi Kemanusiaan, Polairud Antar Bantuan ke Wilayah Pesisir Terisolir

Bubarkan Aksi Balap Liar, Polres Belu Amankan Dua Sepeda Motor

Bubarkan Aksi Balap Liar, Polres Belu Amankan Dua Sepeda Motor

Sambut HUT Lantas, Polres Sumba Barat Salurkan Bantuan Ribuan Liter Air Bersih Bagi Warga

Sambut HUT Lantas, Polres Sumba Barat Salurkan Bantuan Ribuan Liter Air Bersih Bagi Warga

Pengungsi di Ngada Mulai Tinggalkan Tenda Pengungsi dan Kembali ke Rumah, Polres Ngada Tetap Lakukan Pendampingan Psikologi

Pengungsi di Ngada Mulai Tinggalkan Tenda Pengungsi dan Kembali ke Rumah, Polres Ngada Tetap Lakukan Pendampingan Psikologi

Komentar
Berita Terbaru