Kapolda NTT Berbaur Dengan Anak-Anak Korban Bencana Gempa di Tenda Pengungsian Beri Pengharapan
digtara.com -Di tengah hamparan tenda pengungsian dan wajah-wajah warga yang masih menyimpan kecemasan akibat gempa bumi, ada satu pesan sederhana yang disampaikan Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko bahwa anak-anak korban bencana tidak boleh kehilangan harapan.
Baca Juga:
Kehadiran Kapolda NTT di lokasi pengungsian bukan sekadar untuk memastikan bantuan dan pelayanan darurat berjalan.
Perhatian Irjen Pol. Rudi Darmoko juga tertuju kepada anak-anak yang harus menghadapi pengalaman traumatis setelah gempa mengguncang wilayah Flores.
Di tengah suasana pengungsian, Tim Psikologi Polri memberikan trauma healing kepada anak-anak. Mereka diajak bermain, bernyanyi, berinteraksi dan mengikuti berbagai kegiatan yang dirancang untuk menghadirkan kembali suasana ceria.
Senyum dan tawa anak-anak perlahan kembali terdengar di antara tenda-tenda pengungsian.
Baca Juga:Bagi sebagian anak, gempa bukan hanya tentang guncangan tanah. Mereka menyaksikan kepanikan orang-orang di sekitarnya, meninggalkan rumah, tidur di tenda darurat, hingga menghadapi ketidakpastian akibat kemungkinan gempa susulan.
Karena itu, pemulihan psikologis menjadi bagian penting dalam proses penanganan bencana.
Kapolda NTT menegaskan bahwa perhatian terhadap anak-anak harus menjadi bagian dari proses pemulihan.
Menurutnya, membangun kembali kehidupan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan memperbaiki rumah dan memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga mengembalikan keberanian serta rasa aman anak-anak.
"Anak-anak korban bencana tidak boleh kehilangan harapan," pesan Irjen Pol. Rudi Darmoko.
Kapolda NTT juga menekankan bahwa tidak semua luka akibat bencana dapat terlihat secara kasatmata. Rasa takut, cemas dan trauma dapat tersimpan dalam ingatan para penyintas, terutama anak-anak.
"Tidak semua luka terlihat. Ada luka yang tersimpan dalam ingatan dan perasaan. Karena itu, pemulihan setelah bencana bukan hanya tentang membangun kembali rumah, tetapi juga membangun kembali keberanian dan rasa aman di hati anak-anak," ujarnya.
Kehadiran Tim Psikologi Polri di lokasi pengungsian menjadi bagian dari upaya tersebut. Pendekatan dilakukan dengan cara yang sederhana dan dekat dengan dunia anak, sehingga mereka dapat kembali merasa nyaman dan memiliki ruang untuk mengekspresikan diri.
Kapolda NTT turut memberikan perhatian kepada anak-anak yang berada di lokasi.
Baca Juga:
Tiba di Labuan Bajo, Presiden Prabowo Subianto Langsung Terbang ke Nagekeo
Ada Layanan Internet Gratis Bantuan Polri, Anak-Anak Pengungsi Bisa Nonton Bersama
Polda NTT Bersatu Dalam Doa dan Harapan Bagi Keselamatan Korban Gempa Flores
Pemkab Sikka Mulai Pulangkan Warga Terdampak Gempa dari Posko Pengungsian
Kapolres Manggarai Barat Datangkan Terapis Bantu Pasien Stroke di Tenda Pengungsian