Pernah Tipu Dan Gelapkan Uang Wisatawan, Agen Wisata di Manggarai Barat Kembali Berulah Korbankan Enam WNA
digtara.com -KA alias IA alias Kristoforus alias Itok Aman, salah satu agen wisata di Labuan Bajo, Kabupaten Mabggarai Barat kembali berulah.
Baca Juga:
Kasusnya sama seperti sebelumnya, dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan serta menelantarkan enam WNA.
Sebelumnya Itok Aman pernah berurusan dengan polisi beberapa waktu lalu karena penipuan dan penggelapan uang perjalanan wisata para wisatawan.
Saat itu, Itok Aman ditetapkan sebagai tersangka penipuan dan penggelapan dana turis asing senilai Rp 85.200.000 oleh Polres Manggarai Barat.
Kasus ini telah diselesaikan melalui jalur damai dan penahanannya ditangguhkan oleh Polres Manggarai Barat setelah Itok Aman mengembalikan dana para korban.
Baca Juga:Keenam korban kali ini yakni enam WNA Italia masing-masing Cristian Fabio Conte (48), Davide Mistarini (53), Raffaelala Ghidelli (58) dan Silvia Silliano (48). Camila Garaldi (39) dan Filippo Doria (44).
"Para WNA Italia ini membuat laporan pengaduan terkait dengan pembatalan perjalanan di Labuan Bajo menggunakan open trip selama empat hari tiga malam," ujar Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang pada Kamis (13/8/2026).
Keenam orang WNA tersebut tiba di Labuan Bajo pada Jumat, 7 Agustus 2026 dan Sabtu, 8 Agustus 2026.
Sesuai rencana, mereka akan melaksanakan perjalanan open trip di Kawasan Taman Nasional Komodo, pada Minggu, 9 Agustus 2026, selama empat hari dua malam, dan perjalanan darat di Pulau Flores.
Sebelumnya mereka memesan kapal open trip yakni KM Sabar, melalui Itok Aman melalui telefon.
Keenam wisatawan tersebut telah melakukan transaksi pembayaran keseluruhan terkait perjalanan ke rekening pribadi Itok Aman, dengan total keseluruhan sebanyak Rp 79. 800.000.
Transaksi dilakukan sebanyak empat kali masing-masing transaksi pertama sebesar Rp 25 juta, dikirim oleh Camila Geraldi alias Cami
Transaksi kedua sebesar Rp 7,5 juta oleh
Raffaelala Ghidelli alias Raffi. Transaksi ketiga sebesar Rp 2,3 juga oleh Camila Geraldi dan transaksi terakhir Rp 45 juta oleh Silvia Silliano alias Silvi.
Baca Juga:Transaksi pertama Rp 25 juta untuk melakukan boking kapal open trip (KM Sabar).
Saat itu ada perjanjian antara pihak kapal dan Itok Aman bahwa akan dilakukan pelunasan kepada pihak KM Sabar setelah selesai melaksanakan perjalanan trip di Kawasan Taman Nasional Komodo.
Pada Minggu 9 Agustus 2026, enam WNA ini diantar oleh Nimus yang dihubungi oleh Itok Aman menuju KM Sabar untuk melakukan perjalanan.
Namun kru kapal KM Sabar menjelaskan perjalanan tidak bisa dilakukan apabila belum pelunasan secara keseluruhan kepada pihak KM Sabar oleh Itok Aman.
Selain itu, semua kebutuhan perjalanan trip wisata diatur oleh Itok Aman karena semua dana perjalanan wisata telah ditransfer ke rekening pribadi Itok Aman.
Itok Aman sendiri beralasan kalau uang Rp 59.800.000 diluar biaya boking kapal KM Sabar, yang telah ditransfer oleh wisatawan asing pada transaksi kedua, ketiga dan keempat tersebut, belum masuk di rekening pribadinya karena proses transaksi sebelumnya dilakukan dari luar negeri (Italia) sehingga butuh waktu kurang lebih tiga hari untuk bisa masuk ke rekening pribadi milik Itok Aman.
Pihak Kapal KM. Sabar dan Itok Aman mencari solusi dengan mencari perjalanan lain menggunakan kapal lain dan biaya trip perjalanan tersebut dibiayai sendiri oleh keenam wisatawan tersebut.
Namun ada perjanjian bahwa setelah seluruh uang transaksi masuk ke rekening pribadi Itok Aman, maka akan dilakukan pengembalian secara keseluruhan termasuk jumlah uang transaksi untuk boking Kapal KM Sabar yang telah diboking oleh Itok Aman dan batal melakukan perjalanan di Kawasan Taman Nasional Komodo.
Baca Juga:Setelah melakukan perjalanan lainnya pada Rabu, 12 Agustus 2026, keenam wisatawan asing tersebut, mencoba kembali menghubungi Itok Aman terkait perjanjian pengembalian uang pembatalan perjalanan yang sebelumnya direncanakan pada Minggu, 9 Agustus 2026, menggunakan kapal KM. Sabar.
Namun Itok Aman tidak bisa dihubungi melalui telefon dan tidak diketahui keberadaannya di Labuan Bajo.
Rabu, 12 Agustus 2026 malam, keenam wisatawan asing ini mendatangi Polres Manggarai Barat untuk membuat pengaduan terkait kejadian tersebut.
Aparat kepolisian kemudian menghubungi Itok Aman lewat telepon dan baru bisa dihubungi pada pukul 22.00 Wita.
Itok Aman mengaku kalau ia sedang berada di Kabupaten Manggarai Timur.
Uang transaksi pertama sejumlah Rp 25 juta diakuinya digunakan untuk membokingan Kapal KM. Sabar.
Ia juga berupayakan untuk mengembalikan dana tersebut kepada keenam wisatawan asing asal Italia setelah melakukan komunikasi dengan pihak Kapal KM. Sabar tersebut.
Pihak Kapal KM Sadar mengakui menerima transaksi uang pembokingan kapal KM Sabar berjumlah Rp 25 juta.
Baca Juga:Dari jumlah transaksi boking kapal KM Sabar Rp 25 juta, pihak kapal menggunakan uang tersebut untuk mempersiapkan segala akomodasi yang diperlukan di dalam kapal KM. Sadar selama melakukan perjalanan di Kawasan Taman Nasional Komodo.
Pihak Kapal KM Sabar mengakui dirugikan dan keberatan untuk mengembalikan sejumlah uang dalam transaksi boking kapal tersebut.
Keenam orang Wisatawan Asing Asal Negara Italia tersebut kemudian membuat pengaduan terkait dengan perjanjian pengembalian dana akibat pembatalan perjalanan di Kawasan Taman Nasional Komodo selama empat hari tiga malam mulai dari Minggu, 9 Agustus 2026 menggunakan KM. Sabar.
Sebelumnya wisatawan asing asal Italia tersebut menghubungi Itok Aman untuk mengatur seluruh perjalanan di Labuan Bajo dengan melakukan transaksi pembayaran ke rekening pribadi Itok Aman senilai Rp 79.800.000.
Sesuai kesepakatan Itok Aman dengan keenam wisatawan sebelumnya bahwa seluruh uang transaksi yang sebelumnya ditransfer ke rekening pribadi Itok Aman akan dikembalikan.
Baca Juga:Hingga saat ini Itok Aman belum mengembalikan dana pembatalan perjalanan di Kawasan Taman Nasional Komodo sejumlah Rp 54.800.000.
Padahal sebelumnya, Itok Aman bersedia melakukan transaksi pengembalian dana tersebut pada Rabu, tanggal 12 Agustus 2026, pukul 23.00 Wita.
Polairud di Manggarai Barat Bantu Evakuasi Ibu Hamil dari Pulau Papagarang
Bawa Kabur Uang Wisatawan, Calo Trip di Manggarai Barat Diamankan Polisi
Dua Wartawan di Manggarai Barat Ditahan Terkait Kasus Penganiayaan
Sayangkan Tindakan Kekerasan Pada Burung Hantu, BBKSDA NTT Koordinasi Dengan Polres Manggarai Barat
Viral Video Burung Hantu di Manggarai Barat Dianiaya Kemudian Dibakar, Polisi Amankan Tiga Pria Diduga Pelaku