Tidak Berizin, Polisi di Sumba Barat Daya Tindak Penjual BBM Bersubsidi Eceran
digtara.com - Aparat keamanan dari Polres Sumba Barat Daya menertibkan dan menindak penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di wilayah hukum Polres Sumba Barat Daya.Penertiban oleh Unit Tipidter Satreskrim dan gabungan tim Unit Reaksi Cepat (URC) dipimpin KBO Sat Reskrim Polres Sumba Barat Daya, Aiptu Hendrikus F. Tupa pada Selasa (21/7/2026) siang.
Baca Juga:
"Benar, telah dilakukan penindakan penyalahgunaan BBM bersubsidi yang dilakukan beberapa warga," ujar Kapolres Sumba Barat Daya, AKBP Harianto Rantesalu melalui Kasat Reskrim, Iptu Yakobus K. Sanam pada Selasa malam.
Sejak pukul 11.00 Wita, aparat keamanan mendatangi penjual atau pengecer BBM subsidi yang menjual di pinggir jalan raya.
Polisi kemudian melakukan pengecekan terhadap dokumen izin usaha niaga BBM. Bagi pengecer BBM yang tidak dilengkapi dokumen perizinan dari instansi terkait dan bukan merupakan mitra Pertamina untuk melakukan penjualan BBM bersubsidi, langsung ditindak tim gabungan.
Tim gabungan langsung melakukan penindakan dengan mengamankan barang temuan dan dilengkapi dengan surat tanda terima barang.
Baca Juga:Dalam penindakan ini, polisi mengamankan BBM jenis Pertalite sebanyak 285 liter dan Solar sebanyak 495 liter.
Kasat merinci, tim mengamankan empat buah jerigen kapasitas lima liter berisi solar yang merupakan milik YBM.
Dua buah jerigen kapasitas 20 liter berisi pertalite, dua buah jerigen kapasitas lima liter berisi solar dan tujuh botol aquase berisi pertalite milik FBM.
12 botol aquase berisi pertalite milik ADP, delapan botol aquase berisi pertalite, satu jerigen kapasitas lima liter solar milik PD.
Dua botol aquase berisi pertalite milik AWK. Empat jerigen kapasitas lima liter berisi solar dan dua botol aquase berisi pertalite milik AP.
Masyarakat TTU Pertanyakan Kelangkaan BBM Yang Berakibat Antrian di SPBU
Kendaraan Roda Empat di TTU Hanya Dibolehkan Isi BBM di SPBU 120 Liter Per Hari
Mantan Kades Nangga Mutu Buat Pertanggungjawaban Tidak Sesuai Program, Negara Rugi Ratusan Juta Rupiah
BBM di TTU Langka Hingga Warga Mengantre, Polres TTU Awasi Dugaan Penyalahgunaan
Bahlil Tegaskan BBM Subsidi Tidak Naik! Harga Pertamax Turun Jadi Rp15.950 per Liter