Polres Manggarai Barat Selidiki Kasus Meninggalnya Dua Wisatawan China di Perairan Pulau Kelor
Baca Juga:
- Tim URC Resmob Komodo Polres Manggarai Barat Bekuk Tiga Pelaku Persetubuhan Anak
- "Bus Kayu" di Labuan Bajo Angkut Rombongan Tim Sepak Bola Terbalik, Dua Orang Meninggal dan Puluhan Penumpang Luka Berat
- Belajar Dari Insiden Meninggalnya WNA Austria di Lokasi Wisata, Polisi-Warga di Manggarai Barat Intensifkan Sidak di Lokasi Wisata
Pihak kepolisian juga tengah melakukan koordinasi intensif dengan Kedutaan Besar dan Konsulat Jenderal China untuk penanganan pemulangan jenazah sepasang suami istri tersebut ke negara asal mereka.
"Tragedi Pulau Kelor ini menjadi alarm keras bagi seluruh pelaku industri pariwisata di Labuan Bajo bahwa keselamatan wisatawan harus selalu ditempatkan di atas kepentingan bisnis semata," ujarnya.
Peristiwa ini bermula ketika kapal dek terbuka (open deck) KM Rinca Story (GT 19) bertolak dari Pelabuhan Marina Waterfront Labuan Bajo sekitar pukul 10.00 Wita.
Kapal milik Agus Prawijaya tersebut membawa sejumlah wisatawan domestik dan asing menuju Pulau Kelor, salah satu destinasi favorit untuk trekking dan snorkeling.
Baca Juga:Setibanya di lokasi, para wisatawan turun ke pantai. Alih-alih dipandu oleh pemandu wisata (tour guide) profesional berlisensi, para tamu justru hanya diberikan pengarahan (briefing) oleh seorang siswa yang tengah menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL) dari SMKN 1 Labuan Bajo.
Setelah trekking ke puncak bukit selesai, kedua korban memutuskan untuk melakukan snorkeling di perairan sekitar Pulau Kelor. Pihak kru kapal membekali mereka dengan masker selam (goggles) dan kaki katak (fins).
Namun, fatalnya, kedua korban berenang tanpa mengenakan jaket keselamatan (life jacket). Tidak ada satu pun kru kapal maupun siswa PKL yang melakukan pengawasan langsung saat mereka berada di dalam air.
Sekitar pukul 12.00 Wita, korban GX ditemukan mengapung tak sadarkan diri oleh wisatawan lain.
Upaya pertolongan pertama berupa resusitasi jantung paru (CPR) segera dilakukan di tepi pantai, namun nyawa perempuan berusia 29 tahun tersebut tidak tertolong.
"Saat peristiwa terjadi, kedua korban tidak didampingi oleh pemandu wisata profesional berlisensi. Mereka hanya menerima pengarahan dari seorang siswa SMK yang sedang menjalani Praktek Kerja Lapangan. Selain itu, kedua korban juga luput dari pengawasan saat berada di dalam air," jelas Kapolres.
Satuan Polisi Perairan dan Udara Polres Manggarai Barat bergerak cepat memimpin operasi SAR gabungan. Tim taktis berkekuatan 29 personel dikerahkan, terdiri dari Sat Polairud Polres Mabar, KP. Bima Korpolairud Baharkam Polri, Basarnas, Lanal Labuan Bajo (TNI AL), serta Syahbandar Labuan Bajo.
Tim SAR gabungan langsung mengevakuasi jasad GX serta saksi-saksi kunci ke Labuan Bajo menggunakan kapal cepat.
Baca Juga:
Tim URC Resmob Komodo Polres Manggarai Barat Bekuk Tiga Pelaku Persetubuhan Anak
"Bus Kayu" di Labuan Bajo Angkut Rombongan Tim Sepak Bola Terbalik, Dua Orang Meninggal dan Puluhan Penumpang Luka Berat
Belajar Dari Insiden Meninggalnya WNA Austria di Lokasi Wisata, Polisi-Warga di Manggarai Barat Intensifkan Sidak di Lokasi Wisata
Kabur Pasca Curi Uang Hasil Jual Beras di Manggarai, Pelaku Ditangkap Polisi di Manggarai Barat
Satpolairud Polres Manggarai Barat Sambangi Sejumlah Titik Rawan Gangguan Keamanan Perairan