Sabtu, 13 Juni 2026

Bangunan Sekolah di Ngada-NTT Terbakar Merambat Hingga Rumah Warga dan Kantor Parpol

Imanuel Lodja - Jumat, 05 Juni 2026 15:10 WIB
Bangunan Sekolah di Ngada-NTT Terbakar Merambat Hingga Rumah Warga dan Kantor Parpol
net
Ilustrasi.

digtara.com -Kebakaran melanda bangunan sekolah Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al Ghuraba-Bajawa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis (4/6/2026) subuh sekitar pukul 03.00 Wita.

Baca Juga:

Kebakaran merambat hingga ke dua rumah warga dan kantor sekretariat Partai Golkar Kabupaten Ngada.

Api awal mula diduga berasal dari ruangan kelas IIB di MIS. Kemudian api merambat ke ruangan yang merupakan perpustakaan, ruangan mushola dan gudang.

Api lalu merambat ke perumahan warga sekitar milik Ramsi Abbas (45) yang merupakan anggota Polri dan terletak di Jalan R.E Martadinata, Kelurahan Kisanata, kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada.

Kemudian api merambat ke rumah Fatimah Pua Geno/Hasan Basri yang juga merupakan ASN dan rumahnya berdekatan dengan rumah Ramsi.

Kebakaran juga kemudian melanda kantor sekretariat Partai Golkar Kabupaten Ngada yang berlokasi di jalan R.E. Martadinata, Kelurahan Kisanata, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada.

Baca Juga:
Korban Ramsi sendiri dibangunkan oleh keponakannya Siti Sarimaja Idris (27) karena mendengar bunyi yang tidak biasa dari arah belakang rumah korban.

Ramsi lalu bangun dan segera memeriksa ke arah belakang rumahnya. Pada saat korban memeriksa ke arah belakang rumah, ia melihat kobaran api yang sudah membesar tepat di ruang kelas 2B sekolah MIS.

Bangunan sekolah MIS tersebut langsung berbatasan dengan bagian belakang rumah korban Ramsi Abbas.

Ketika melihat kobaran api yang begitu besar, korban segera mengevakuasi seluruh penghuni rumah keluar dari rumah agar menyelamatkan diri.

Kemudian korban Ramsi Abbas ke Mako Polres Ngada meminta bantuan untuk menghubungi pihak pemadam kebakaran (Damkar) guna membantu mengatasi kebakaran tersebut.

Hasan Basri (31) yang merupakan guru sekaligus penjaga malam pada sekolah MIS Al Ghuroba-Bajawa mengaku mendengar ada bunyi di sekitar tempat tinggalnya di Jalan R.E Martadinata, Kelurahan Kisanata, kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada.

Ia mengaku mendengar seperti bunyi orang sedang menggoreng jagung, namun Hasan masih sempat berpikir kemungkinan bunyi tersebut berasal dari rumah korban Ramsi Abbas yang berdekatan dengan gedung sekolah MIS.

Hasan Basri malah berpikir kalau penghuni di rumah Ramsi Abbas kemungkinan sedang memasak untuk persiapan berjualan.

Pada saat yang bersamaan juga Hasan Basri mencoba keluar dari tempat tinggalnya untuk memeriksa keadaan sekitar.

Baca Juga:
Saat keluar dari kamar tidurnya, ia melihat bahwa atap rumah sudah dijalari api sehingga ia segera berlari keluar menyelamatkan diri.

Pada saat ia sudah berada di halaman sekolah MIS Al Ghuroba-Bajawa, ia melihat kobaran api yang besar yang berasal dari ruang kelas 2B MIS Al Ghuroba-Bajawa telah merambat ke ruangan lain.

Hasan kemudian berteriak minta tolong kepada masyarakat sekitar sehingga sebagian warga datang mencoba membantu memadamkan api.

Pihak pemadam kebakaran mendatangi lokasi kebakaran dan mulai berusaha memadamkan api.

Api baru benar-benar bisa dipadamkan pada pukul 05.09 wita. Dalam peristiwa tersebut sebagian bangunan sekolah MIS terbakar yakni satu ruangan perpustakaan, satu ruangan mushola, satu ruangan kelas 2B, satu kamar tidur, satu dapur dan satu ruangan gudang.

Kebakaran juga dialami warga seperti Ramsi Abbas (Anggota Polres Ngada), Hasan Basri (guru MIS Al Ghuroba-Bajawa) dan kantor sekretariat Partai Golkar Kabupatetn Ngada.

Baca Juga:
Anggota Pamapta bersama piket fungsi Polres Ngada ke lokasi kejadian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di jalan R.E. Martadinata, Kelurahan Kisanata, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada.

Polisi menyita sejumlah barang bukti seperti satu unit CCTV, satu buah kompor minyak tanah dan tumpukan arang kayu.

Bangunan rumah milik korban Aipda Ramsi Abbas dan Fatimah Pua Geno serta ruang kelas sekolah MIS Al Ghuroba-Bajawa merupakan bangunan yang terbuat dari bahan yang mudah terbakar (tripleks dan bambu cincang/naja).

Sedangkan bangunan kantor Sekretariat Partai Golkar terbuat dari dinding tembok.

Belum diketahui secara pasti penyebab terbakarnya sebagian bangunan sekolah Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al Ghuroba-Bajawa, rumah milik Aipda Ramsi dan Fatimah serta kantor Sekretariat Partai Golkar Kabupaten Ngada tersebut.

Beruntung dari kebakaran ini tidak terdapat korban jiwa. Namun kerugian yang ditimbulkan oleh kebakaran ini diperkirakan sebesar Rp 300.000.000.

Selain bangunan rumah yang terbakar dan beberapa ruangan di sekolah MIS, ada pula uang tunai Rp 60.000.000 ikut terbakar bersama perhiasan emas milik Nurhayati (istri dari Aipda Ramsi Abbas).

Kapolres Ngada, AKBP Andrey Valentino yang dikonfirmasi membenarkan kejadian kebakaran ini.

"Betul, tapi nihil korban jiwa. Hanya kerugian materil," ujar Kapolres saat dikonfirmasi pada Jumat (5/6/2026).

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Diduga Stres Dengan Masalah Keluarga, Pria di Manggarai Timur Bunuh Anaknya Kemudian Gantung Diri

Diduga Stres Dengan Masalah Keluarga, Pria di Manggarai Timur Bunuh Anaknya Kemudian Gantung Diri

Dua Bayi Dan Puluhan PMI Asal NTT Meninggal di Luar Negeri

Dua Bayi Dan Puluhan PMI Asal NTT Meninggal di Luar Negeri

Mantan Anggota Dewan Kabupaten TTS Dianiaya Hingga Tewas, Pelaku Diamankan dan Ditahan

Mantan Anggota Dewan Kabupaten TTS Dianiaya Hingga Tewas, Pelaku Diamankan dan Ditahan

Bawa Ganja, Dua Remaja Perempuan di Lembata Diamankan Polisi di Pelabuhan

Bawa Ganja, Dua Remaja Perempuan di Lembata Diamankan Polisi di Pelabuhan

Perkuat Pendidikan Integritas dan Partisipasi Masyarakat di Wilayah Timur Indonesia, KPK Lepas Armada JNBA 2026

Perkuat Pendidikan Integritas dan Partisipasi Masyarakat di Wilayah Timur Indonesia, KPK Lepas Armada JNBA 2026

Tiga Rumah Kontrakan Permanen Ludes Terbakar di Tebing Tinggi, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Tiga Rumah Kontrakan Permanen Ludes Terbakar di Tebing Tinggi, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Komentar
Berita Terbaru