Kamis, 04 Juni 2026

Diduga Terlilit Hutang, Pria di Manggarai Akhiri Hidup Dengan Gantung Diri

Imanuel Lodja - Kamis, 04 Juni 2026 14:00 WIB
Diduga Terlilit Hutang, Pria di Manggarai Akhiri Hidup Dengan Gantung Diri
net
Ilustrasi

digtara.com -Seorang pria di Kabupaten Manggarai, NTT ditemukan meninggal dalam posisi gantung diri pada sebuah pohon, Rabu (3/6/2026) pagi.

Baca Juga:

Korban YGRE (31) yang pergi dari rumah sejak Senin (1/6/2026) dan hilang kontak dengan istri dan kerabat ditemukan di Bahong, Desa Benteng Kuwu, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai.

Sejumlah informasi menyebutkan kalau kuat dugaan kalau korban memilih mengakhiri hidupnya karena persoalan ekonomi.

Korban terlilit hutang dan pinjaman ke sejumlah pihak yang belum semuanya bisa dilunasi.

Dugaan ini diperkuat dengan pengakuan sang istri, KAK (32), ayah korban, FJ (61) dan ibu korban RML (63).

Pada Senin pagi, korban pamit kepada istri untuk ke rumah orang tua korban guna mengantar kopi serta pakaian.

Baca Juga:
Hal ini dilakukan karena masa kontrak rumah yang ditempati korban di Ruteng akan segera berakhir.

Sore hari, korban berpamitan dari rumah orang tuanya karena hendak ke rumah keluarga, YS.

Mulai saat itu korban susah dihubungi. Pada Senin petang, istri korban berupaya menghubungi korban melalui WhatsApp, namun telepon genggam milik korban sudah tidak aktif.

Istri kembali menghubungi korban pada Selasa (2/6/2026) pagi, namun tetap tidak ada jawaban.

Saat bersamaan, beberapa anggota keluarga korban mendapati sepeda motor korban terparkir di sekitar kompleks pekuburan umum Islam di Kampung Bahong, Desa Benteng Kuwu, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai. Namun keberadaan korban tidak ditemukan.

Lalu pada Rabu, 3 Juni 2026 sekitar pukul 06.00 wita, ayah korban mencari korban di kebun miliknya di Lingko Ka, Kampung Bahong, Desa Benteng Kuwu yang berjarak kurang lebih satu kilometer dari rumahnya.

Ia kaget menemukan korban dalam posisi gantung diri pada dahan pohon ampupu dalam kondisi sudah meninggal dunia.

Melihat kondisi tersebut, ayah korban langsung kembali ke rumahnya untuk memberitahukan kepada keluarganya.

Selanjutnya bersama keluarga dan warga sekitar, langsung mendatangi lokasi kejadian dan mengevakuasi jenazah korban menuju rumah orang tua korban.

KAK mengaku kalau sebelum kejadian, korban sering menyampaikan keluhan terkait permasalahan utang piutang yang sedang dihadapi korban dengan pihak lain.

Keluhan tersebut disampaikan korban secara berulang-ulang yang menunjukkan kalau korban terbeban dengan hutang tersebut dan mengganggu kondisi psikis korban.

KAK berupaya memberikan dukungan dan penguatan secara terus-menerus.

Ia selalu mengingatkan dan menasihati korban untuk mencicil hutang semampu mereka dan tetap menjalin komunikasi yang baik dengan pihak yang meminjamkan uang, agar ada jalan keluar dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Baca Juga:
Meskipun istri telah berusaha menenangkan korban setiap hari, namun korban tetap menunjukkan gelagat kepikiran dan tidak tenang.

Tekanan batin yang dialami korban terkait masalah utang piutang tersebut terlihat tidak berkurang dan terus membebani pikirannya.

Saat kejadian, istri korban merasakan adanya firasat tidak tenang soal keadaan korban sehingga ia berinisiatif mencari keberadaan korban.

Ibu korban, RML mengakui kalau sebelum kejadian, korban sering terlihat murung dan banyak pikiran.

Sebagai seorang ibu, RML beberapa kali menanyakan hal yang membebani pikiran korban.

Dalam beberapa kesempatan yang berbeda, korban akhirnya bercerita kepada ibunya dan mengeluhkan kalau ia memiliki hutang piutang dengan seseorang.

Beban utang tersebut membuat korban tertekan. Kepada ibunya, korban menyampaikan kalau ia tidak sanggup membayar hutang tersebut sekaligus.

RML berusaha menenangkan, memberikan nasihat dan mengingatkan agar korban tidak terlalu memikirkan hutang itu sampai mengganggu kesehatan dan pikirannya.

Dugaan kuat keluarga, tekanan masalah utang piutang yang berulang kali dikeluhkan korban menjadi pemicu utama korban mengambil jalan pintas tersebut.

Korban ditemukan di sebuah pohon ampupu yang berada di kebun milik ayah korban di Lingko Ka, Kampung Bahong, Desa Benteng Kuwu, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai;

Korban ditemukan gantung diri di sebatang dahan kayu ampupu menggunakan tali nilon warna hijau.

Pihak keluarga menyampaikan ikhlas menerima kematian korban dan menolak dilakukan visum dan otopsi serta menyatakan tidak akan menuntut untuk diproses hukum.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Hampir Dua Pekan disemayamkan di Manggarai Barat, Jenazah Dua WNA Austria Diberangkatkan ke Denpasar

Hampir Dua Pekan disemayamkan di Manggarai Barat, Jenazah Dua WNA Austria Diberangkatkan ke Denpasar

Dibentuk Kapolres, URC Polres Manggarai Tiga Kasus Pencurian Dalam Sepekan

Dibentuk Kapolres, URC Polres Manggarai Tiga Kasus Pencurian Dalam Sepekan

Sempat Utarakan Niat Bunuh Diri, IRT di Manggarai Ditemukan Tewas Gantung Diri

Sempat Utarakan Niat Bunuh Diri, IRT di Manggarai Ditemukan Tewas Gantung Diri

Remaja Perempuan di Flores Timur Diamankan Polisi Karena Curi Sepeda Motor

Remaja Perempuan di Flores Timur Diamankan Polisi Karena Curi Sepeda Motor

Belajar Dari Insiden Meninggalnya WNA Austria di Lokasi Wisata, Polisi-Warga di Manggarai Barat Intensifkan Sidak di Lokasi Wisata

Belajar Dari Insiden Meninggalnya WNA Austria di Lokasi Wisata, Polisi-Warga di Manggarai Barat Intensifkan Sidak di Lokasi Wisata

Fasilitas Rusak, Akses ke Lokasi Wisata Alam Danau Sano Limbung-Manggarai Barat Ditutup Sementara

Fasilitas Rusak, Akses ke Lokasi Wisata Alam Danau Sano Limbung-Manggarai Barat Ditutup Sementara

Komentar
Berita Terbaru