Polres Manggarai Barat Periksa Lima Saksi Dalam Kasus Tewasnya Dua WNA Austria
Baca Juga:
Aliran dana retribusi tersebut diketahui mengalir ke kas Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat dan Pemerintah Desa Cunca Wulang.
Ironisnya, fasilitas keselamatan dasar justru terabaikan.
Selain tidak tersedianya rambu peringatan bahaya di titik-titik rawan, pengelola juga tidak menyediakan fasilitas asuransi kecelakaan bagi wisatawan.
Layanan kepemanduan pun dinilai tidak profesional.
Baca Juga:"Kami menemukan fakta di lapangan bahwa tidak ada pramuwisata (tour guide) resmi dan bersertifikat yang mendampingi para tamu saat melakukan aktivitas trekking. Petugas maupun pemandu lokal di sana juga belum pernah mendapatkan pelatihan keselamatan wisata yang memadai," tambah Kapolres.
Hingga saat ini, penyidik Satreskrim Polres Manggarai Barat telah memeriksa lima orang saksi kunci secara maraton.
Mereka adalah Kepala Desa Cunca Wulang selaku otoritas wilayah setempat, petugas pos retribusi tiket masuk, pramuwisata lokal yang mendampingi korban, sopir mobil sewaan korban, serta anggota Bhabinkamtibmas yang pertama kali mengamankan lokasi pascakejadian.
"Sejauh ini, sudah kami periksa sedikitnya lima orang saksi, mulai dari sopir yang mengantar korban, tour guide lokal, petugas pos jaga, kepala desa, hingga personel yang pertama menerima laporan," sebutnya.
Langkah hukum Polres Manggarai Barat dipastikan tidak akan berhenti pada level pekerja lapangan.
"Kami tidak berhenti pada pemeriksaan saksi di lapangan saja. Kami menjadwalkan klarifikasi dari dinas-dinas terkait di Pemkab Manggarai Barat yang bertanggung jawab atas pengelolaan dan pengawasan aspek keselamatan di Cunca Wulang," tegas AKBP Christian.
Untuk memperkuat pembuktian secara ilmiah (scientific crime investigation), kepolisian juga akan menggandeng pakar teknik sipil guna menganalisis kelayakan struktural jembatan penyeberangan tersebut.
"Kami juga berkoordinasi dengan ahli teknik sipil untuk melakukan analisis mendalam terhadap kelaikan fisik serta kekuatan struktural jembatan gantung tersebut. Kami ingin memastikan apakah ada unsur kelalaian atau murni kegagalan struktur akibat faktor alam," paparnya.
Sejumlah barang bukti dokumen, termasuk buku registrasi kunjungan tamu dan berkas-berkas pengelolaan kawasan wisata, kini telah disita dan diamankan oleh penyidik.
Baca Juga:Sementara itu, jenazah kedua korban masih disemayamkan di instalasi pemulasaran jenazah RSUD Komodo, Labuan Bajo.
Pihak kepolisian terus membangun koordinasi dengan Kedutaan Besar Austria di Jakarta untuk proses pemulangan jenazah ke negara asal.
Kapolres menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan kasus ini secara transparan guna memberikan kepastian hukum, sekaligus menjadi momentum evaluasi total pariwisata Labuan Bajo yang berstatus destinasi super prioritas.
"Kami akan mendalami seluruh aspek, baik terkait standar keselamatan wisata, tanggung jawab pengelolaan fasilitas, maupun unsur kelalaian yang mungkin terjadi. Semua akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku," tandas Kapolres.
Niat Bercanda, Mahasiswa di Sumba Barat Daya Tewas Ditembak Rekan Dengan Senapan Angin
Pembinaan Berdampak Nyata, WBP Olah Lahan Tandus Hingga Panen 10 Ton Jagung
Balita dan Remaja Meninggal Dalam Kecelakaan Tunggal Dump Truk, Empat Orang Luka-luka
Curi Sepeda Motor Untuk Jual ke Negara Tetangga, Pemuda di Malaka-NTT Ditangkap Polisi
Tidak Penuhi Panggilan Polisi, Terduga Pelaku Penikaman di Rote Ndao Diamankan Polisi