Polres Manggarai Barat Periksa Lima Saksi Dalam Kasus Tewasnya Dua WNA Austria
digtara.com -Polres Manggarai Barat mendalami kasus kecelakaan yang menewaskan dua warga negara asing (WNA) asal Austria di destinasi wisata Air Terjun Cunca Wulang, Desa Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Baca Juga:
Aparat kepolisian kini tengah membidik tata kelola keselamatan dan kelaikan infrastruktur di lokasi wisata alam populer tersebut guna mencari unsur kelalaian pidana.
Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang menegaskan bahwa jajarannya sudah menggelar penyelidikan menyeluruh sesaat setelah menerima laporan musibah tersebut.
Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi-saksi kini berjalan secara intensif.
"Begitu menerima laporan, personel piket fungsi bersama Tim Inafis Satreskrim Polres Manggarai Barat langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP, mengamankan area, memasang garis polisi, serta mengevakuasi korban ke RSUD Komodo guna pemeriksaan visum. Sejajar dengan itu, penyelidikan intensif langsung kami lakukan guna mengungkap penyebab pasti runtuhnya infrastruktur jembatan tersebut," ujar AKBP Christian Kadang saat dikonfirmasi pada Rabu (26/5/2026).
Baca Juga:Kedua korban, J (55) dan A (57), pasangan suami istri asal Austria yang tengah menikmati masa liburan mereka di kawasan Air Terjun Cunca Wulang.
Berdasarkan hasil olah TKP awal, petaka terjadi saat kedua korban melintasi jembatan gantung setinggi kurang lebih 10 meter.
Bagian papan pijakan jembatan tiba-tiba jebol, membuat pasangan suami istri ini terjatuh bebas dan menghantam hamparan batu sungai yang keras di bawahnya.
Polisi menemukan lubang menganga sepanjang 1,20 meter pada lantai jembatan yang patah.
Dari hasil investigasi fisik di lapangan, penyidik menemukan potret buram terkait sistem pengamanan di destinasi wisata tersebut.
Kondisi ini disinyalir luput dari perhatian pihak pengelola.
Tak hanya itu, kayu penyangga (tulang) jembatan ditemukan dalam kondisi lapuk termakan usia, sementara sebagian besar papan pijakan sudah goyang, terangkat, bahkan terlepas dari rangkanya.
"Hasil pemeriksaan sementara mengungkap adanya kondisi jembatan yang sebagian papan sudah goyang dan terangkat. Selain itu, tidak terdapat SOP tertulis terkait pengecekan rutin jembatan maupun sistem keselamatan wisata yang memadai," jelas AKBP Christian.
Sebelum insiden maut terjadi, pemandu lokal yang mendampingi korban sebenarnya sempat memberikan peringatan mengenai kondisi jalur trekking yang licin akibat cuaca.
Baca Juga:Namun, kondisi jembatan yang memang sudah tidak layak pakai menjadi faktor penentu runtuhnya pijakan korban hingga terjatuh ke dasar sungai.
Penyelidikan polisi kini mulai melebar ke arah aspek tata kelola administrasi dan finansial objek wisata.
Pamit Cari Pakan Ternak Babi, Warga Kabupaten Sikka Malah Ditemukan Tewas Gantung Diri di Pohon Asam
Rumah Warga Kabupaten Sikka Hangus Terbakar Saat Penghuni Masih Tidur
Tim Gabungan URC Resmob Polda NTT-Polres TTU Bekuk Pelaku Pencurian Dengan Pemberatan
Polres Sumba Tengah Segera Dikukuhkan, Anggota Polres Sumba Barat Kerja Bakti Pembersihan Lokasi Mako
Ini Duduk Perkara Yang Menjerat Mantan Pimpinan Universitas San Pedro Kupang