Hadirkan Eco Wisata Dalam Mako, Polres Kupang Ciptakan Suasana Berbeda di Lingkungan Kerja
digtara.com -Jika saat ini anda berkunjung ke Mako Polres Kupang di Kelurahan Babau, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang maka akan ditemui suasana dan nuansa berbeda.
Baca Juga:
Namun Polres Kupang hadir dalam nuansa lain. Suasana asri dan sejuk sangat terasa di halaman belakang Mako Polres Kupang.
Di atas lahan seluas 6,3 hektar are, lokasi ini dibangun berbagai fasilitas pelayanan masyarakat termasuk tiga rumah ibadah--gereja oikumene, masjid dan pura serta kantin.
Baca Juga:Sementara di bagian belakang ada kolam ikan dan eco wisata yang menghampar di atas lahan seluas dua hektar.
Pembangunan ekowisata ini digagas Kapolres Kupang, AKBP Rudi JJ Ledo sejak akhir tahun 2025 lalu.
Selain eco wisata Tantya Sudhirajati, ada pula Pekarangan pangan lestari (P2L) Bhayangkari Cabang Kupang.
Di sisi kiri ada P2L Bhayangkari. Pada lahan yang dikelola pengurus dan anggota Bhayangkari, ada berbagai aneka sayuran dan tanaman serta rempah-rempah yang ditanam pada bedeng dan paralon.
Bhayangkari berkreativitas menanam aneka sayuran seperti sawi, cabai, kol, terong ungu, selada, rimpang-rimpangan, nanas, kacang panjang, kangkung, daun sop, pare, kemangi, bayam dan tanaman lainnya.
Baca Juga:Hasil panen dijual di kalangan Polres Kupang dan masyarakat lain. Namun dari lahan P2L ini, Bhayangkari Polres Kupang mampu menyuplai kebutuhan sayuran segar untuk dapur MBG di SPPG Babau, Kabupaten Kupang.
Di lokasi eco wisata ada kolam ikan, teras kolam, rumah kompos, kandang ayam, lapangan tembak, jogging track, kebun pisang, kandang itik, kandang kambing, area persawahan, kandang sapi, kandang ayam, kandang kuda dan lokasi pertanian jagung.
Di lokasi tersebut, para anggota Polri dari Bakomsus pertanian, perikanan dan peternakan diberdayakan.
Limbah organik dikumpulkan dilanjutkan dengan pencacahan dan pencampuran dengan tanah dan bahan hijau serta ditambahkan dengan campuran EM4 dan larutan gula untuk mempercepat fermentasi. Campuran tersebut ditampung dalam sebuah lokasi dan kompos kaya nutrisi ini dimanfaatkan untuk seluruh tanaman di lokasi eco wisata.
Limbah ternak pun diolah menjadi kompos. Diawali dari pemisahan dan pencampuran dengan sisa organik seperti kulit pisang dan aktivator kompos. Kemudian ada proses pengomposan berupa aerasi dan penyiraman dilanjutkan dengan penyaringan dan pengeringan menjadi produk kompos yang siap pakai.
Baca Juga:
Lansia di Kupang Ditemukan Meninggal dalam Rumah dengan Kondisi Membusuk
Kapolresta Kupang Kota Buat Sejumlah Inovasi, Kapolda NTT Beri Apresiasi
Amankan Dua Pencuri Traktor Tangan, Polres Kupang Buru Dua Pelaku Lainnya
Tenggelam Dalam Kali, Remaja di Kupang Ditemukan Meninggal Dunia
Gagal Bertemu Gubernur NTT, Demo Mahasiswa-Sopir Pick Up Bentrok