Jumat, 13 Maret 2026

Rekonstruksi Kematian Lucky Sanu Dan Delfi Foes Dipending, Keluarga Korban Tuntut Hadirkan Saksi Sari Doko

Imanuel Lodja - Jumat, 13 Maret 2026 16:23 WIB
Rekonstruksi Kematian Lucky Sanu Dan Delfi Foes Dipending, Keluarga Korban Tuntut Hadirkan Saksi Sari Doko
ist
Direktur Reskrimum Polda NTT saat menemui massa di lokasi rekonstruksi
Dalam rekonstruksi tersebut, dua tersangka Fikram Bone dan Jevan Bone dihadirkan dengan mengenakan pakaian tahanan dan tangan terborgol.

Baca Juga:

Selain kedua tersangka, penyidik juga menghadirkan belasan saksi, di antaranya berinisial RF, AL, dan BL, untuk memperagakan kembali sejumlah adegan sesuai dengan keterangan yang telah diberikan sebelumnya.

Rekonstruksi digelar di beberapa lokasi yang diduga berkaitan dengan rangkaian peristiwa kematian kedua korban, antara lain Terminal Oebufu, sebuah supermarket di Kelurahan TDM, depan Hotel Amaris, jembatan kecil di Oesapa, serta Jalan Sam Ratulangi di Kecamatan Kelapa Lima, Kupang.

Aparat kepolisian tampak bersiaga di sejumlah titik guna mengantisipasi gangguan keamanan selama proses rekonstruksi berlangsung.

Baca Juga:

Reka ulang ini dilakukan untuk mencocokkan keterangan para tersangka dan saksi dengan fakta yang ditemukan penyidik dalam penyidikan kasus tersebut.

Dalam kaitan dengan kasus ini, penyidik sudah memeriksa 19 orang saksi dan tiga orang saksi ahli. Juga memeriksa dua tersangka yang saat ini sudah ditahan sejak beberapa waktu lalu.

Kabid Humas Polda NTT, Henry Novika Chandra pada Selasa (3/3/2026) menyampaikan perkembangan penyidikan, termasuk hasil ekshumasi dan pemeriksaan forensik yang telah dilakukan oleh dokter ahli.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu, 9 Maret 2024 sekitar pukul 02.49 Wita di Jalan Samratulangi, Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.

Kejadian bermula dari percekcokan antara korban dan sejumlah pemuda di depan Alfamart Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM), Kota Kupang.

Baca Juga:

Adu mulut tersebut berlanjut menjadi aksi saling kejar menggunakan sepeda motor, mulai dari terminal Oebufu hingga ke Jalan Sam Ratulangi.

Dalam proses pengejaran tersebut, sepeda motor korban ditendang hingga terjatuh dengan kecepatan tinggi yang kemudian menyebabkan kedua korban meninggal dunia.

Ekshumasi, otopsi dan pemeriksaan lanjutan terhadap kedua jenazah telah dilakukan pada Januari 2026 pada waktu dan tempat berbeda.

Dari hasil pemeriksaan forensik, ditemukan indikasi benturan keras pada bagian kepala yang diduga berkaitan dengan penyebab meninggalnya korban.

Namun, karena kondisi jenazah telah mengalami pembusukan lanjut, penentuan penyebab kematian dilakukan secara hati-hati melalui kajian ilmiah.

Baca Juga:

"Hasil pemeriksaan tersebut telah menjadi bagian dari alat bukti dalam proses penyidikan dan akan kami hadirkan dalam persidangan," jelasnya.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru