Selasa, 28 April 2026

Ditangkap di Rote Ndao, Tujuh WNA Uzbekistan dan China Dilimpahkan ke Imigrasi Kupang

Imanuel Lodja - Jumat, 13 Maret 2026 17:04 WIB
Ditangkap di Rote Ndao, Tujuh WNA Uzbekistan dan China Dilimpahkan ke Imigrasi Kupang
ist
Tujuh WNA asal China dan Uzbekistan saat diserahkan Polres Rote Ndao ke pihak Imigrasi Kupang, Jumat (13/3/2026)

digtara.com -Polres Rote Ndao melimpahkan tujuh Warga Negara Asing (WNA) dari China dan Uzbekistan ke kantor Imigrasi Kupang.

Baca Juga:

Mereka dibawa dari Rote Ndao pada Jumat (13/3/2026) dan tiba di Kupang pada Jumat petang.

Ketujuh WNA ini semuanya berjenis kelamin laki-laki.

Proses penyerahan oleh anggota Polres Rote Ndao dipimpin Kanit IV Sat Intelkam Polres Rote Ndao, Aipda Andriantho F. Foeh bersama anggota Satreskrim Polres Rote Ndao dituangkan dalam berita acara serah terima.

Baca Juga:
Selanjutnya tujuh WNA ini diamankan di kantor Imigrasi Kupang. Polisi juga menyerahkan paspor ketujuh WNA ini ke pihak imigrasi Kupang.

Tujuh WNA diamankan polisi di wilayah Rote Selatan, Kabupaten Rote Ndao pada Selasa (24/2/2026).

Ketujuh WNA ini merupakan imigran gelap yang berasal dari China empat orang dan tiga orang dari Uzbekistan.

Warga menemukan ketujuh WNA ini di pantai Masidae, Desa Inaoe, Kecamatan Rote Selatan, Kabupaten Rote Ndao.

Empat WNA asal China masing-masing Hui Jie (40), Jiang Bo (58), Chen Yong (36) dan Dia Guozhong (51).

Sementara tiga WNA asal Uzbekistan yakni Kasimov (54), Sultanmoradov (22) dan Shodiev (24).

Baca Juga:
Selain mengamankan tujuh WNA, polisi juga mengamankan satu unit kapal tanpa nama di pesisir laut Desa Inaoe, Kecamatan Rote Selatan, Kabupaten Rote Ndao.

Kapolres Rote Ndao, AKBP Mardiono menyebutkan kalau tujuh WNA diduga imigran gelap ini diamankan di Pantai Masidae, Desa Inaoe, Kecamatan Rote Selatan, Kabupaten Rote Ndao.

Polsek Rote Selatan sempat melakukan penyisiran di pesisir pantai Masidae untuk mengungkap keberadaan WNI yang bersama dengan ketujuh WNA tersebut

"Personel kami melakukan pencarian di lapangan dan diharapkan peran serta masyarakat untuk mengungkap para terduga pelaku smuggler," ujar Kapolres Rote Ndao AKBP Mardiono beberapa waktu lalu.

Chen Yong, salah satu WNA asal China mengaku tiba di Jakarta-Indonesia pada 8 Januari 2026 dan menginap selama 23 hari di salah satu hotel di Jakarta.

Para WNA asal China mengaku tinggal di Kendari selama kurang lebih satu minggu sejak 3 Februari 2026.

Baca Juga:
Mereka kemudian berangkat tengah malam pada 11 Februari 2026.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Lansia di Rote Ndao Ditemukan Meninggal Dunia Usai Mabuk Miras

Lansia di Rote Ndao Ditemukan Meninggal Dunia Usai Mabuk Miras

Dilatih Polres Rote Ndao Selama Dua Pekan, Puluhan Satpam Siap Bekerja

Dilatih Polres Rote Ndao Selama Dua Pekan, Puluhan Satpam Siap Bekerja

Polres Rote Ndao-Imigrasi Klas I Kupang Perkuat Sinergi Atasi People Smuggling

Polres Rote Ndao-Imigrasi Klas I Kupang Perkuat Sinergi Atasi People Smuggling

Masalah Ternak Domba, Warga Rote Ndao Tewas Ditebas dengan Parang

Masalah Ternak Domba, Warga Rote Ndao Tewas Ditebas dengan Parang

Menyeberang Lautan, Kapolres Rote Ndao Antar Bantuan Kapolda NTT ke Landu Leko dari Rumah ke Rumah

Menyeberang Lautan, Kapolres Rote Ndao Antar Bantuan Kapolda NTT ke Landu Leko dari Rumah ke Rumah

Dukung Semarak Pawai Paskah 2026, Polres Rote Ndao Beri Pengamanan Maksimal

Dukung Semarak Pawai Paskah 2026, Polres Rote Ndao Beri Pengamanan Maksimal

Komentar
Berita Terbaru