Ditangkap di Rote Ndao, Tujuh WNA Uzbekistan dan China Dilimpahkan ke Imigrasi Kupang
Baca Juga:
Kemudian mereka tertangkap oleh pihak Australia dan diberikan speed boat yang dibekali BBM secukupnya.
Mereka diperintahkan berlayar kembali sehingga masuk ke perairan Indonesia (Rote Ndao bagian selatan).
Baca Juga:Para WNA asal China mengaku berkomunikasi dengan para pengurus menggunakan media sosial Tiktok, namun lupa nama akun tiktok.
Mereka mengaku ingin ke Australia dalam rangka bekerja menghasilkan uang.
Sedangkan WNA asal Uzbekistan mengaku memberikan sejumlah uang kepada pengurus sebesar 400 dolar per orang.
Shodiev juga mengaku sebelum turun dari kapal di perairan Rote Ndao sempat melihat salah satu ABK yang melarikan diri membawa dan menggunakan handphone untuk menelepon seseorang.
Saat pelayaran dari Indonesia menuju Australia kemudian tertangkap dan diperintah kembali ke perairan Rote Ndao, mereka bersama empat orang WNI yang tidak mereka kenal.
Baca Juga:Tim gabungan Polres Rote Ndao dan Polsek Rote Selatan masih melakukan pencarian terhadap keempat orang WNI diduga adalah pelaku tindak pidana People Smugling yang melarikan diri dan masuk ke hutan.
Polisi juga berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk pihak Imigrasi dan TNI AL, untuk memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku serta mengungkap kemungkinan adanya jaringan penyelundupan manusia.
Berkas Lengkap, Tersangka Kasus Cabul di Rote Ndao Diserahkan ke Kejakksaan
Cabuli Siswi SMP, Pelajar di Rote Ndao Segera Jalani Disidangkan
Fasilitasi Keberangkatan Dua WNA ke Rote Ndao, Satu WNI Jadi Tersangka dan Ditahan
Geledah Belasan Kamar Hunian di Lapas Ba'a, Tim Gabungan Musnahkan Sejumlah Barang Temuan
Dua WNA Tanpa Dokumen Diamankan Polisi di Pelabuhan Bolok-Kupang