Rekonstruksi Kematian Lucky Sanu Dan Delfi Foes Dipending, Keluarga Korban Tuntut Hadirkan Saksi Sari Doko
digtara.com -Penyidik Ditreskrimum Polda NTT melakukan rekonstruksi kasus kematian Lucky Renaldy Sanu (22) dan Delfi Yuliana Susana Foes, perempuan berusia 16 tahun empat bulan, Jumat (13/3/2026).
Baca Juga:
- Periksa 19 Saksi dan Tiga Saksi Ahli, Polda NTT Segera Tuntaskan Kasus Kematian Lucky Sanu dan Delfi Foes
- Jawa Tengah Memiliki 5.346 Pesantren, Diharapkan Berperan Turunkan Angka Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem
- Polres Manggarai Barat Rekonstruksi Kasus Dugaan Pembunuhan di Desa Nggilat
Rekonstruksi dipimpin Kompol Imanuel Sabaneno menghadirkan dua orang tersangka dan sejumlah saksi.
Sedianya rekonstruksi digelar di enam lokasi berbeda.
Namun rekonatruksi terhenti di tempat kejadian perkara (TKP) kelima, tepatnya di depan My Kopi O, Jalan Sam Ratulangi, Kota Kupang.
Baca Juga:
Mereka menilai ada kekurangan barang bukti (balok dan parang) serta menuntut kehadiran salah satu saksi bernama Sari Doko yang dianggap sebagai saksi kunci.
"Di mana balok dan parang? Di mana saksi Sari Doko?" teriak sejumlah anggota keluarga korban di lokasi.
Keluarga korban mendesak penyidik menghadirkan saksi tersebut untuk menjelaskan keterangannya dalam perkara yang menewaskan kedua korban.
Mereka menilai keterangan Sari sangat penting untuk memperjelas kronologi kejadian.
Baca Juga:
Menurut keluarga, saksi Sari sebelumnya telah dikonfrontir di Mapolda NTT dan mengakui bahwa di lokasi tersebut korban terlebih dahulu diserang menggunakan parang dan balok sebelum peristiwa kecelakaan direkayasa.
Namun penyidik menyampaikan bahwa saksi yang dimaksud telah diundang untuk hadir dalam rekonstruksi, tetapi tidak datang. Karena itu, perannya dalam adegan rekonstruksi sementara digantikan oleh pemeran pengganti.
Perdebatan antara keluarga korban dan pihak kepolisian sempat berlangsung cukup lama hingga menarik perhatian masyarakat yang memadati lokasi. Situasi tersebut bahkan menyebabkan kemacetan di ruas Jalan Sam Ratulangi, Kecamatan Kelapa Lima.
Direktur Reskrimum Polda NTT, Kombes Pol Sigit Hariyono turun ke lokasi menemui massa.
Baca Juga:
Ia menegaskan bahwa proses rekonstruksi dilakukan berdasarkan keterangan para saksi dan tersangka serta mengikuti ketentuan hukum yang berlaku.
"Kami tidak berseberangan dengan masyarakat. Kami ingin membuka perkara ini seterang-terangnya. Kalau situasinya seperti ini, kita justru akan kesulitan mendapatkan keadilan di pengadilan," ujarnya kepada keluarga korban di lokasi.
"Penyidikan ini sudah sangat transparan dan apa adanya," tegasnya.
Meski demikian, keluarga korban tetap bersikeras meminta agar saksi Sari Doko dihadirkan.
Baca Juga:
Hingga sekitar pukul 16.40 Wita, proses rekonstruksi di TKP lima belum dapat dilanjutkan.
Periksa 19 Saksi dan Tiga Saksi Ahli, Polda NTT Segera Tuntaskan Kasus Kematian Lucky Sanu dan Delfi Foes
Jawa Tengah Memiliki 5.346 Pesantren, Diharapkan Berperan Turunkan Angka Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem
Polres Manggarai Barat Rekonstruksi Kasus Dugaan Pembunuhan di Desa Nggilat
Kasus Buang Bayi di Sabu Raijua Direkonstruksi, Tersangka Mantan Kades Tolak Perankan Satu Adegan
Kasus Suami Bunuh Istri di Kabupaten TTU Direkonstruksi, Keluarga Korban Banjir Airmata
Kontroversi Pengusiran Pengacara Keluarga Brigadir J saat Rekonstruksi, Mahfud MD: Yang Mewakili Korban Itu Jaksa
Ditangkap di Rote Ndao, Tujuh WNA Uzbekistan dan China Dilimpahkan ke Imigrasi Kupang
Kode Redeem FC Mobile 13 Maret 2026 Terbaru, Klaim Gems Gratis dan Pemain OVR Tinggi
Rekonstruksi Kematian Lucky Sanu Dan Delfi Foes Dipending, Keluarga Korban Tuntut Hadirkan Saksi Sari Doko
Digugat Tersangka Kasus Perkosaan, Polres Belu Menang Sidang Praperadilan
Polres TTU Dan Satgas Saber Sidak Harga Bahan Pokok
Lansia di Kabupaten TTU Tebas Anaknya dengan Parang
Situasi Kondusif Pasca Kerusakan di Adonara Timur, Pengamanan Masih Terus Dilakukan