Tiga Pencuri Perangkat Komputer Sekolah di Ende Dibekuk Polisi, Dua Diantaranya Masih Dibawah Umur
digtara.com -Anggota Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Ende meringkus komplotan spesialis pembobol sekolah yang menggasak belasan perangkat komputer di wilayah hukum Polres Ende, Senin (9/3/2026).
Baca Juga:
Mirisnya, dua dari tiga orang terduga pelaku yang diamankan masih berstatus anak dibawah umur.
Kasus ini ditangani polisi berdasarkan laporan polisi nomor LP/B/25/II/SPKT Satreskrim/Res.Ende/Polda NTT, tanggal 16 Februari 2026 dan surat perintah penyidikan: SP-Lidik/74/II/Res.1.8/2026/Reskrim, tanggal 16 Februari 2026.
Ketiga terduga pelaku tersebut masing-masing MF alias Andre (20), MIR alias Bai (16), dan A alias Ario (15).
Baca Juga:
Kapolres Ende, AKBP Yudhi Franata didampingi Kasat Reskrim, Iptu Rifky Nugraha menyebutkan pengungkapan kasus ini bermula dari laporan Kepala Sekolah SD Inpres Roja 2, Arni Yusuf, pada Senin (16/2/2026).
Saat itu, pihak sekolah menyadari telah terjadi pencurian di ruang kelas TIK dan ruang guru.
Setelah dilakukan pengecekan inventaris, pihak sekolah memastikan bahwa 14 unit Chromebook warna hitam dan satu unit laptop merek HP raib digondol maling.
Berdasarkan hasil penyelidikan intensif, pihak kepolisian berhasil memetakan modus operandi para pelaku.
Baca Juga:
Aksi pencurian tersebut diotaki oleh MF dan dilakukan pada Minggu (15/2/2026) sekitar pukul 01.00 Wita dini hari.
Komplotan ini lalu mengangkut barang curiannya menggunakan sepeda motor menuju rumah seorang rekan mereka bernama Bondan untuk dititipkan sementara.
Keesokan harinya, MF mengambil kembali barang-barang tersebut untuk disembunyikan di rumahnya.
Dalam penangkapan tersebut, Polres Ende turut mengamankan sejumlah barang bukti dari tangan para terduga pelaku.
Baca Juga:Polisi mengamankan satu buah kardus Chromebook merek Axio, dua unit Chromebook Axio, satu unit laptop merek HP beserta pengisi dayanya, 10 buah pengisi daya Chromebook, serta sebuah kipas angin dan terminal listrik.
Pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi beserta ketiga terduga pelaku.
Atas perbuatannya, MF alias Andre dijerat dengan pasal 477 ayat (1) huruf f dan g KUHP juncto Pasal 20 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.
Sementara untuk kedua terduga pelaku yang masih dibawah umur, yakni MIR alias Bai dan A alias Ario, keduanya disangkakan dengan pasal yang sama, namun dengan penambahan juncto Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Keduanya juga menghadapi ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.
Baca Juga:
Terjebak di Perairan Dangkal, Enam Ekor Paus Pilot Diselamatkan dan Empat Ekor Mati
Kapolres TTS Salurkan Bantuan Alat Tulis Kapolda NTT Hingga ke Pelosok
Terdampar di Perairan Rote Ndao, Segerombolan Ikan Paus Pilot Diselamatkan Polisi
Pelaku Curanmor di Manggarai-NTT Dibekuk Polisi
Pemkab TTU Digugat Pengusaha Soal Tunggakan Pengadaan Vaksin HPV
Panen Jagung Sukses di Tahun 2025, Polres TTS Kembali Kelola 1.500 Hektar Lahan Untuk 2026
141 Personel Ditpolairud Polda NTT Gelar Tes Urine Massal
Terjebak di Perairan Dangkal, Enam Ekor Paus Pilot Diselamatkan dan Empat Ekor Mati
Guru Besar Ilmu Hukum Islam yang Terkenal dengan Gagasan "Fikih Prasmanan” Prof Musahadi Resmi Jadi Rektor UIN Walisongo Periode 2026-2030
LPA NTT Desak Piche Kota Segera Ditahan, Tolak Narasi "Suka Sama Suka"
Petugas Penyuluh KB di Manggarai-NTT Tewas Tertimpa Pohon Saat Bertugas
34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Maret 2026: Klaim Pemain OVR 117 dan Ribuan Gems Gratis
Tertibkan Senpi Organik, Ini Sejumlah Temuan Tim Internal Polda NTT