Minggu, 26 April 2026

Guru Besar Ilmu Hukum Islam yang Terkenal dengan Gagasan "Fikih Prasmanan” Prof Musahadi Resmi Jadi Rektor UIN Walisongo Periode 2026-2030

Pelantikan Rektor UIN Walisongo 2026-2030
Ahsan Fauzi - Selasa, 10 Maret 2026 16:14 WIB
Guru Besar Ilmu Hukum Islam yang Terkenal dengan Gagasan "Fikih Prasmanan” Prof Musahadi Resmi Jadi Rektor UIN Walisongo  Periode 2026-2030
Humas UIN Walisongo
Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Nasaruddin Umar saat memberi ucapan selamat kepada Rektor UIN Walisongo Periode 2026-2030, Prof Musahadi di Jakarta, Selasa (10/03/2026)

digtara.com - Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang resmi memiliki pimpinan baru. Guru besar Ilmu bidang Hukum Islam UIN Walisongo, Prof. Dr. H. Musahadi, M.Ag., resmi dilantik sebagai RektorUIN Walisongo Semarang untuk periode 2026-2030. Pelantikan berlangsung khidmat dipimpin langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Nasaruddin Umar di Jakarta, Selasa (10/03/2026).

Baca Juga:

Prof Musa sapaan akrab Prof Musahadi menggantikan Rektor Sebelumnya (2024-2026): Prof. Dr. H. Nizar, M.Ag dan sempat diisi Plt. Rektor beberapa hari oleh: Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A. Pelantikan RektorUIN Walisongo juga bersamaan dengan Rektor lainya dilingkungan PTKN, diantaranya: Rektor UIN Raden Intan Lampung: Prof. Wan Jamaluddin Z., M.Ag., Ph.D, Rektor UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan: Prof. Dr. Sumper Mulia Harahap, M.Ag, Rektor UIN Fatmawati Bwngkulu: Prof. Dr. H. Khairuddin, M.Ag dan Rektor IAIN Ternate: Dr. Adnan Mahmud, MA.

Sebelum mengemban amanah tertinggi di Kampus Kemanusiaan dan Peradaban ini, Prof. Musa merupakan Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Walisongo. Transformasi kepemimpinan ini dipandang banyak pihak sebagai langkah strategis bagi UIN Walisongo untuk semakin mempererat integrasi antara ilmu agama dan ilmu sains-teknologi dalam bingkai Unity of Sciences.

Dalam amanat pelantikannya, Menteri Agama menekankan bahwa pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) harus mampu menjadi teladan moral sekaligus motor penggerak birokrasi yang efisien. Menteri Agama mengingatkan pentingnya membangun sinergi lintas instansi dan lembaga guna memperkuat peran kampus sebagai benteng moderasi beragama dan pusat pengembangan ilmu pengetahuan.

Baca Juga:

"Pemimpin kampus harus mampu membangun kolaborasi, bukan kompetisi yang saling mematikan. Sinergi dengan kementerian dan lembaga lain adalah kunci untuk menjadikan PTKN sebagai rujukan global," tegas Menag.

Nama Prof. Musa tidak asing di kancah pemikiran hukum Islam di Indonesia. Dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Ilmu Hukum Islam, ia dikenal luas melalui pidato pengukuhannya yang fenomenal mengenai fenomena "Fikih Prasmanan". Sebuah kritik sekaligus refleksi atas disrupsi pengetahuan agama di era digital di mana otoritas keilmuan mulai bergeser ke ruang siber.

Sebagai seorang akademisi, Prof. Musa memiliki rekam jejak yang kredibel. Ia aktif dalam berbagai forum internasional dan kerap menjadi rujukan dalam isu-isu resolusi konflik, mediasi, serta studi hukum Islam kontemporer. Salah satu karya monumentalnya, Mediasi dan Resolusi Konflik di Indonesia, mencerminkan kepakarannya dalam menjembatani teks-teks keagamaan dengan realitas sosial yang majemuk.

Keterlibatannya dalam jaringan akademik global juga terlihat dari perannya sebagai peninjau (reviewer) pada sejumlah jurnal internasional bereputasi. Latar belakangnya yang pernah menempuh studi di kancah internasional dan keterlibatannya dalam riset lintas negara, seperti penelitian mengenai identitas muslim diaspora di Belanda, menjadikannya sosok yang tepat untuk membawa UIN Walisongo bersaing di level dunia.

Kehadiran Prof. Musahadi di pucuk pimpinan diharapkan mampu mengakselerasi visi Smart and Green Campus yang selama ini diusung. Sebagai mantan Dekan FST, ia diprediksi akan membawa sentuhan inovasi teknologi yang lebih kuat dalam tata kelola universitas, tanpa meninggalkan akar spiritualitas Walisongo.

Pelantikan ini sekaligus menjadi tanda dimulainya kerja-kerja besar untuk meningkatkan kualitas akademik, memperbanyak jurnal bereputasi internasional, serta memastikan UIN Walisongo tetap menjadi oase keberagaman yang inklusif bagi seluruh masyarakat. (San).

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ahsan Fauzi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Haji 2026, Kota Semarang Siap Berangkatkan 1.747 Jemaah, Termuda 15 Tahun dan Tertua 86 Tahun

Haji 2026, Kota Semarang Siap Berangkatkan 1.747 Jemaah, Termuda 15 Tahun dan Tertua 86 Tahun

Sidang Isbat 19 Maret 2026 Dinanti, Ketua Asosiasi Ahli Falak Asia Tenggara Prediksi Hilal Syawal Masih “Kritis”

Sidang Isbat 19 Maret 2026 Dinanti, Ketua Asosiasi Ahli Falak Asia Tenggara Prediksi Hilal Syawal Masih “Kritis”

Diduga Peras Tersangka Kasus Narkoba Hingga Ratusan Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dinonaktifkan Dan Sejumlah Anggota Diproses

Diduga Peras Tersangka Kasus Narkoba Hingga Ratusan Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dinonaktifkan Dan Sejumlah Anggota Diproses

Pembeli Narkotika Ditahan dan Penjual Jadi DPO, Direktorat Resnarkoba Polda NTT Diduga Terima Aliran Uang

Pembeli Narkotika Ditahan dan Penjual Jadi DPO, Direktorat Resnarkoba Polda NTT Diduga Terima Aliran Uang

11 Pimpinan BAZNAS Periode 2026-2031 Terima SK Presiden Lewat Menag, Inilah Daftar Orangnya!

11 Pimpinan BAZNAS Periode 2026-2031 Terima SK Presiden Lewat Menag, Inilah Daftar Orangnya!

Gandeng IPB University, Kemenhaj Perkuat Penyusunan Cetak Biru Ekosistem Ekonomi Haji

Gandeng IPB University, Kemenhaj Perkuat Penyusunan Cetak Biru Ekosistem Ekonomi Haji

Komentar
Berita Terbaru