Sabtu, 30 Mei 2026

Tanah Longsor Pasca Hujan Tutup Ruas Jalan Penghubung di Kabupaten Sikka

Imanuel Lodja - Kamis, 26 Februari 2026 15:40 WIB
Tanah Longsor Pasca Hujan Tutup Ruas Jalan Penghubung di Kabupaten Sikka
ist
Warga berusaha membersihkan tanah longsor pada badan jalan

digtara.com -Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Sikka sejak siang hari, Rabu (25/2/2026).

Baca Juga:

Hal ini memicu terjadinya tanah longsor yang menutup total ruas jalan penghubung antara Desa Umauta, Kecamatan Bola dan Desa Kajowair, Kecamatan Hewokloang.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WITA, tepatnya di Wura Dohor, Dusun Wojong, Desa Umauta.

Longsor dipicu oleh curah hujan yang cukup tinggi dan berlangsung dalam durasi lama, menyebabkan struktur tanah menjadi labil.

Baca Juga:
Air yang terus-menerus meresap ke dalam permukaan tanah membuat kontur lereng tak lagi mampu menahan beban material di atasnya.

Akibatnya, tanah bercampur bebatuan meluncur turun dan menimbun seluruh badan jalan kabupaten yang menjadi urat nadi mobilitas warga antar desa.

Material longsoran berupa tanah liat basah dan batu berukuran sedang hingga besar menutup akses secara menyeluruh.

Pejalan kaki maupun kendaraan bermotor tidak dapat melintas. Arus transportasi warga pun lumpuh total.

Kondisi ini memaksa masyarakat yang hendak menuju Kota Maumere untuk mengambil jalur alternatif melalui Bola–Waipare.

Jalur tersebut tentu membutuhkan waktu tempuh lebih lama dan biaya tambahan, terutama bagi warga yang memiliki kepentingan mendesak seperti urusan kesehatan, pendidikan, maupun distribusi hasil pertanian.

Baca Juga:
Beruntung dalam peristiwa ini tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian materil.

Meski demikian, dampak sosial dan ekonomi mulai dirasakan warga. Terputusnya akses utama berpotensi menghambat aktivitas perdagangan dan pelayanan dasar masyarakat.

Warga Desa Umauta tidak tinggal diam. Dengan semangat gotong royong, mereka berupaya membersihkan material longsor menggunakan peralatan seadanya seperti cangkul, sekop, dan linggis.

Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil maksimal. Material tanah yang berat dan terus bertambah akibat hujan yang masih turun dengan intensitas sedang hingga lebat membuat proses pembersihan berjalan lambat dan penuh risiko.

Situasi di lokasi kejadian hingga saat ini masih belum memungkinkan kendaraan bermotor untuk melintas.

Kondisi cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat juga meningkatkan potensi terjadinya longsor susulan.

Masyarakat Desa Umauta berharap adanya perhatian dan dukungan dari pemerintah daerah maupun instansi terkait untuk segera menerjunkan alat berat guna mempercepat proses pembersihan badan jalan.

Penanganan cepat dinilai sangat penting agar akses transportasi kembali normal dan aktivitas warga dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Nelayan di Sikka-NTT Jadi DPO Karena Tangkap Ikan Dengan Bahan Peledak

Nelayan di Sikka-NTT Jadi DPO Karena Tangkap Ikan Dengan Bahan Peledak

Polisi Amankan Dua Pemuda Diduga Bawa Narkotika di Maumere , BB Ternyata Bubuk Gula

Polisi Amankan Dua Pemuda Diduga Bawa Narkotika di Maumere , BB Ternyata Bubuk Gula

Diperiksa Penyidik Polres Sikka di Jawa Barat, Korban TPPO Beberkan 'Derita' Selama Jadi Pekerja Pub Eltras Maumere

Diperiksa Penyidik Polres Sikka di Jawa Barat, Korban TPPO Beberkan 'Derita' Selama Jadi Pekerja Pub Eltras Maumere

Lagi, Polres Sikka Limpahkan Dua Tersangka Kematian Siswi SMP

Lagi, Polres Sikka Limpahkan Dua Tersangka Kematian Siswi SMP

Rehabilitasi Terumbu Karang, Satpolairud Polres Sikka dan Berbagai Elemen Tanam Ribuan Fragmen Karang

Rehabilitasi Terumbu Karang, Satpolairud Polres Sikka dan Berbagai Elemen Tanam Ribuan Fragmen Karang

Beli BBM Pakai Bardcode Kendaraan Untuk Dijual ke Flores Timur, Dua Warga Sikka Diamankan Polisi

Beli BBM Pakai Bardcode Kendaraan Untuk Dijual ke Flores Timur, Dua Warga Sikka Diamankan Polisi

Komentar
Berita Terbaru