Senin, 23 Februari 2026

Diduga Masalah Ekonomi, Petani di Manggarai Akhiri Hidup dengan Gantung Diri

Imanuel Lodja - Senin, 23 Februari 2026 13:00 WIB
Diduga Masalah Ekonomi, Petani di Manggarai Akhiri Hidup dengan Gantung Diri
net
Ilustrasi.

digtara.com -Seorang warga di Kampung Lalang, Desa Beo Rahong, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri pada Sabtu (21/02/2026) sore.

Baca Juga:

Peristiwa tersebut langsung ditangani jajaran Polres Manggarai melalui olah tempat kejadian perkara (TKP) guna memastikan penyebab kematian korban.

Korban diketahui bernama Darius Genggo (60), seorang petani yang berdomisili di Kampung Lalang RT 006/RW 002, Desa Beo Rahong, Kecamatan Ruteng.

Korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 16.00 Wita oleh Elsiana Jiana (30) yang merupakan anak kandung korban.

Baca Juga:
Saat itu Elisana mendatangi rumah milik Adrianus Harun yang dalam keadaan kosong karena pemilik rumah sedang merantau ke Kalimantan.

Di dalam rumah tersebut, Elsiana mendapati korban sudah dalam posisi tergantung pada balok bantal atap seng.

Dalam keadaan panik, ia segera berteriak memanggil ibunya, Anastasia Baut (58), keluarga dan warga sekitar.

Mendengar teriakan tersebut, para tetangga langsung berdatangan dan berupaya menolong korban dengan cara melepaskan ikatan tali.

Namun setelah berhasil diturunkan, korban diketahui sudah meninggal dunia.

Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah korban yang berlokasi tidak jauh dari TKP.

Baca Juga:
Piket SPKT bersama fungsi terkait dan tim identifikasi dipimpin Kasat Reskrim Polres Manggarai, AKP Donatus Sare langsung ke lokasi untuk melakukan olah TKP serta pemeriksaan kondisi korban.

Dari hasil olah TKP, korban diduga gantung diri menggunakan tali nilon yang disambung dengan rantai pengikat anjing dan diikat pada balok bantal atap seng.

Tinggi lantai rumah ke titik ikatan diperkirakan sekitar 3,25 sentimeter.

Pada leher korban ditemukan bekas lilitan rantai, dan di lokasi tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun barang mencurigakan yang mengarah pada tindak pidana.

Setelah olah TKP, pihak kepolisian menyarankan agar jenazah dibawa ke RSUD Ruteng untuk dilakukan visum.

Baca Juga:
Namun pihak keluarga menolak dan menyatakan menerima kematian korban sebagai takdir serta tidak akan menuntut proses hukum.

Penolakan tersebut diperkuat dengan surat pernyataan yang dibuat oleh kakak kandung korban, Bernadus Rabung, disaksikan oleh keluarga.

Jenazah disemayamkan di rumah duka sambil menunggu kesepakatan keluarga terkait proses pemakaman.

Berdasarkan keterangan keluarga dan informasi yang dihimpun di lokasi, korban diduga mengalami tekanan akibat persoalan ekonomi dan tagihan utang koperasi harian.

Baca Juga:
Meski demikian, selama ini korban tidak pernah menyampaikan keluhan kepada keluarga.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi psikologis keluarga maupun lingkungan sekitar, serta segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda gangguan mental atau tekanan berat.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Lansia di Manggarai Barat Cabuli Dua Siswi Sekolah Dasar

Lansia di Manggarai Barat Cabuli Dua Siswi Sekolah Dasar

Sopir Ngantuk dan Hilang Kendali, Bus Masuk Jurang

Sopir Ngantuk dan Hilang Kendali, Bus Masuk Jurang

Curi Sepeda Motor Milik Anggota Polri, Pelajar di Manggarai Diamankan Polisi

Curi Sepeda Motor Milik Anggota Polri, Pelajar di Manggarai Diamankan Polisi

Dua Remaja di Manggarai Diamankan Karena Mencuri

Dua Remaja di Manggarai Diamankan Karena Mencuri

Puluhan Siswa di Manggarai Pusing dan Mual Usai Konsumsi Menu MBG

Puluhan Siswa di Manggarai Pusing dan Mual Usai Konsumsi Menu MBG

Brimob Polda NTT Perbaiki Jembatan Penghubung di Kampung Kedutu-Manggarai

Brimob Polda NTT Perbaiki Jembatan Penghubung di Kampung Kedutu-Manggarai

Komentar
Berita Terbaru