Diduga Masalah Ekonomi, Petani di Manggarai Akhiri Hidup dengan Gantung Diri
Imanuel Lodja - Senin, 23 Februari 2026 13:00 WIB
net
Ilustrasi.
Namun pihak keluarga menolak dan menyatakan menerima kematian korban sebagai takdir serta tidak akan menuntut proses hukum.
Penolakan tersebut diperkuat dengan surat pernyataan yang dibuat oleh kakak kandung korban, Bernadus Rabung, disaksikan oleh keluarga.
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Baca Juga:
Jenazah disemayamkan di rumah duka sambil menunggu kesepakatan keluarga terkait proses pemakaman.
Berdasarkan keterangan keluarga dan informasi yang dihimpun di lokasi, korban diduga mengalami tekanan akibat persoalan ekonomi dan tagihan utang koperasi harian.
Baca Juga:Meski demikian, selama ini korban tidak pernah menyampaikan keluhan kepada keluarga.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi psikologis keluarga maupun lingkungan sekitar, serta segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda gangguan mental atau tekanan berat.
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Judi Sabung Ayam di Manggarai Timur Dibubarkan Polisi
Perwira SIP Angkatan 54 Gelombang 2 Salurkan Bantuan Bagi Korban Gempa Flores
Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka di Manggarai Meningkat, Warga Diminta Tidak Panik
Enam Ibu Hamil dan Satu Pasien RSUD Ruteng Dievakuasi ke Rumah Sakit Bandara Ruteng-Manggarai
Terdata 51 Warga Manggarai Meninggal Akibat Gempa Bumi, 25 Warga Meninggal Karena Tertimpa Bangunan
25 Tahun Jadi Lembaga Pendidikan Bagi Warga Pulau Kukusan Dalam Kondisi Memprihatinkan, Kapolda NTT Bantu Revitalisasi MI Al-Hidayah
Komentar