Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka di Manggarai Meningkat, Warga Diminta Tidak Panik
digtara.com -Gunung Api Anak Ranaka di Kabupaten Manggarai, NTT mengalami peningkatan status aktivitas gunung api dari level I (normal) menjadi level II (waspada).
Baca Juga:
- Operasi SAR Hari Keempat, Korban Belum Ditemukan dan Tim SAR Gabungan Temukan Jaket Pelampung KM Feronia
- Hari Kedua Baru Termukan Debris Kapal, Tim SAR Gabungan Lanjutkan Pencarian Korban Kapal Tenggelam di Perairan Selatan Taman Nasional Komodo-Manggarai
- Pria di Manggarai Barat Diamankan Polisi Bersama Narkoba Jenis Sabu
Kornelis Missa, petugas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), Badan Geologi, dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyampaikan bahwa gunung api Anak Ranaka berada di wilayah Kabupaten Manggarai Timur, tepatnya di perbatasan dengan Kabupaten Manggarai.
Berdasarkan hasil pemantauan, terjadi peningkatan aktivitas kegempaan pascagempa Flores berkekuatan magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026.
Peningkatan tersebut ditandai dengan munculnya gempa tektonik lokal sebanyak 38 hingga 414 kejadian per hari dan gempa tektonik jauh sebanyak 32 hingga 418 kejadian per hari.
Pada periode yang sama, gempa vulkanik dalam tercatat sebanyak 10 hingga 35 kejadian per hari.
Baca Juga:Meskipun aktivitas kegempaan vulkanik sempat mengalami penurunan pada akhir Agustus 2026, pada 1 September 2026 kembali terjadi peningkatan gempa vulkanik dalam.
Kondisi tersebut mengindikasikan adanya proses peretakan batuan akibat suplai magma dari dalam yang menyebabkan perubahan tekanan pada tubuh Gunung Api Anak Ranaka.
Berdasarkan hasil pengamatan kegempaan selama periode 1 hingga 31 Agustus 2026, tercatat sebanyak 367 kali gempa vulkanik dalam, 3.272 kali gempa tektonik lokal, 2.776 kali gempa tektonik jauh, serta 218 kali gempa terasa dengan skala II hingga VII Modified Mercalli Intensity (MMI).
Sementara itu, pada 1 September 2026 hingga pukul 18.30 WITA, tercatat 94 kali gempa vulkanik dalam, 144 kali gempa tektonik lokal, 85 kali gempa tektonik jauh, serta satu kali gempa terasa dengan skala II MMI.
Energi seismik yang diukur menggunakan metode Real-time Seismic Amplitude Measurements (RSAM) juga menunjukkan peningkatan signifikan sejak 15 Agustus 2026.
Dari hasil pemantauan visual, secara umum tidak teramati adanya asap kawah Gunung Api Anak Ranaka.
Namun, berdasarkan pengamatan menggunakan pesawat tanpa awak atau drone pada 25 Agustus dan 1 September 2026, terdapat perubahan aktivitas asap solfatara di sebelah barat kubah lava.
Pada pengamatan 25 Agustus 2026, asap solfatara terlihat lebih tebal dibandingkan hasil pengamatan pada 1 September 2026.
Sementara itu, kondisi kubah lava tidak menunjukkan perubahan signifikan, meskipun terdapat longsoran pada beberapa bagian.
Baca Juga:Berdasarkan data pemantauan visual dan instrumental serta mempertimbangkan potensi bahaya yang ada, tingkat aktivitas Gunung Api Anak Ranaka dinaikkan dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada).
Operasi SAR Hari Keempat, Korban Belum Ditemukan dan Tim SAR Gabungan Temukan Jaket Pelampung KM Feronia
Hari Kedua Baru Termukan Debris Kapal, Tim SAR Gabungan Lanjutkan Pencarian Korban Kapal Tenggelam di Perairan Selatan Taman Nasional Komodo-Manggarai
Pria di Manggarai Barat Diamankan Polisi Bersama Narkoba Jenis Sabu
Kapal Wisata Tenggelam, Polisi Periksa Kru Kapal
Rumah Lansia di Manggarai Barat Terbakar, Polisi Salurkan Bantuan