Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka di Manggarai Meningkat, Warga Diminta Tidak Panik
Baca Juga:
- Enam Ibu Hamil dan Satu Pasien RSUD Ruteng Dievakuasi ke Rumah Sakit Bandara Ruteng-Manggarai
- Terdata 51 Warga Manggarai Meninggal Akibat Gempa Bumi, 25 Warga Meninggal Karena Tertimpa Bangunan
- 25 Tahun Jadi Lembaga Pendidikan Bagi Warga Pulau Kukusan Dalam Kondisi Memprihatinkan, Kapolda NTT Bantu Revitalisasi MI Al-Hidayah
Polres Manggarai terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pos Pengamatan Gunung Api Anak Ranaka di Desa Wae Ri'i, serta PVMBG di Bandung guna memperoleh informasi terbaru mengenai perkembangan aktivitas gunung api.
Informasi resmi terkait perkembangan aktivitas dan rekomendasi teknis Gunung Api Anak Ranaka dapat dipantau melalui aplikasi atau situs MAGMA Indonesia, media sosial Badan Geologi, serta situs resmi Badan Geologi.
Berdasarkan hasil pemantauan, apabila terjadi letusan, wilayah yang berpotensi terdampak paling besar adalah Kabupaten Manggarai, mengingat arah longsoran yang terpantau mengarah ke wilayah tersebut.
Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan tanpa menimbulkan kepanikan.
Baca Juga:Kapolres Manggarai meminta petugas Pos Pengamatan Gunung Api Anak Ranaka untuk terus mengomunikasikan setiap perkembangan perubahan status aktivitas gunung api kepada Polres Manggarai.
Kapolres Manggarai juga mendorong Pemerintah Kabupaten Manggarai untuk meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sekitar Gunung Api Anak Ranaka, agar memahami langkah-langkah yang harus dilakukan apabila terjadi letusan serta mematuhi larangan beraktivitas dalam radius satu kilometer dari pusat aktivitas gunung api.
Selain itu, Kapolres Manggarai mengarahkan Kapospol Kecamatan Wae Ri'i bersama Bhabinkamtibmas untuk melaksanakan kegiatan sambang kepada warga dengan memberikan edukasi mengenai mitigasi bencana, pentingnya menjaga ketenangan, tidak menyebarkan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta selalu mengikuti imbauan resmi dari Pos Pengamatan Gunung Api Anak Ranaka dan pemerintah.
Polres Manggarai menegaskan bahwa kepolisian bersama pemerintah daerah, BPBD, PVMBG, dan seluruh unsur terkait akan terus memantau perkembangan situasi serta memberikan informasi kepada masyarakat secara berkala.
Polres Manggarai mengajak masyarakat untuk tetap tenang, waspada, dan disiplin mengikuti rekomendasi resmi demi keselamatan bersama.
Enam Ibu Hamil dan Satu Pasien RSUD Ruteng Dievakuasi ke Rumah Sakit Bandara Ruteng-Manggarai
Terdata 51 Warga Manggarai Meninggal Akibat Gempa Bumi, 25 Warga Meninggal Karena Tertimpa Bangunan
25 Tahun Jadi Lembaga Pendidikan Bagi Warga Pulau Kukusan Dalam Kondisi Memprihatinkan, Kapolda NTT Bantu Revitalisasi MI Al-Hidayah
Gunung Sinabung Erupsi, Penerbangan Bandara Kualanamu Sempat Dinonaktifkan
Akses Terbatas, Kapolres Manggarai Timur Antar Bantuan Warga Terdampak Gempa Pakai Sepeda Motor