Bantu Warga Korban Gempa Bumi, Kapolda NTT Beri Perhargaan Pada Tim Trauma Healing Polda Jawa Tengah Dan NTB
Baca Juga:
- Personil Terdampak Gempa Flores Dapat Bantuan Kapolri dan Ketua Umum Bhayangkari
- 25 Tahun Jadi Lembaga Pendidikan Bagi Warga Pulau Kukusan Dalam Kondisi Memprihatinkan, Kapolda NTT Bantu Revitalisasi MI Al-Hidayah
- Dua Pekan Bantu Masyarakat Terdampak Gempa Flores, Personil BKO Mabes Polri Kembali Ke Kesatuannya
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari misi kemanusiaan dalam penanganan dampak bencana alam gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 04.58.23 WITA.
Gempa tersebut tercatat memiliki magnitudo 7,0, berlokasi pada koordinat 8,33 LS dan 121,32 BT, sekitar 38 kilometer timur laut Mbai, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 10 kilometer.
Kapolda NTT bersama rombongan menggunakan pesawat Casa 212 Polri dengan nomor registrasi P-4101. Pesawat tersebut lepas landas dari Bandara Internasional Komodo Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat pada Rabu (2/9/2026) menuju Ruteng, Kabupaten Manggarai.
Kapolda NTT bersama Ketua Bhayangkari Daerah NTT, Ny Vily Rudi Darmoko; Wakapolda NTT, Brigjen Pol. Faizal bersama Wakil Ketua Bhayangkari Daerah NTT, Ny Ratih Faizal, Dirpolairud, Kombes Pol. Irwan Deffi Nasution beserta ibu, Dirsamapta, Kombes Pol. Prianggodo Heru Kunprasetio dan Kabid Humas, Kombes Pol. Henry Novika Chandra.
Baca Juga:Sebelum bertolak menuju Ruteng, Kapolda NTT bersama rombongan terlebih dahulu memberikan penghargaan kepada Tim Trauma Healing Polda Jawa Tengah dan Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) yang selama penanganan bencana telah memberikan dukungan tenaga dan bantuan bagi masyarakat NTT yang terdampak gempa bumi.
Penghargaan diberikan dalam bentuk piagam penghargaan, selendang kain tenun khas NTT, serta cendera mata sebagai ungkapan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi serta kepedulian personel dalam mendukung upaya kemanusiaan di wilayah NTT.
Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra menyampaikan bahwa penanganan bencana bukan hanya persoalan tugas kedinasan, tetapi merupakan panggilan kemanusiaan.
"Kehadiran Polri harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat, terutama saudara-saudara kita yang terdampak gempa bumi," ujar Kabid Humas Polda NTT.
Menurutnya, sinergi dan solidaritas antar satuan kewilayahan menjadi kekuatan penting dalam menghadapi situasi kebencanaan.
Personil Terdampak Gempa Flores Dapat Bantuan Kapolri dan Ketua Umum Bhayangkari
25 Tahun Jadi Lembaga Pendidikan Bagi Warga Pulau Kukusan Dalam Kondisi Memprihatinkan, Kapolda NTT Bantu Revitalisasi MI Al-Hidayah
Dua Pekan Bantu Masyarakat Terdampak Gempa Flores, Personil BKO Mabes Polri Kembali Ke Kesatuannya
Akses Terbatas, Kapolres Manggarai Timur Antar Bantuan Warga Terdampak Gempa Pakai Sepeda Motor
Bertemu Uskup Agung Ende, Kapolda NTT dan Jajaran Sumbang Rp 100 Juta Untuk Bangun Kembali Gereja Katolik Terdampak Gempa