Rabu, 08 Juli 2026

Aksi Bom Ikan di Perairan Maumere Digagalkan Anggota Ditpolairud Polda NTT dan Dua Nelayan Diamankan

Imanuel Lodja - Rabu, 08 April 2026 15:49 WIB
Aksi Bom Ikan di Perairan Maumere Digagalkan Anggota Ditpolairud Polda NTT dan Dua Nelayan Diamankan
ist
Aparat Ditpolairud Polda NTT saat mengamankan kapal nelayan dalam kaitan dengan aksi bom ikan di perairan Maumere

digtara.com -Aparat keamanan dari Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda NTT menggagalkan aksi penangkapan ikan menggunakan bahan peledak atau bom rakitan di perairan Desa Haewuli, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Selasa (7/4/2026).

Baca Juga:

Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan dua nelayan bersama ratusan ekor ikan hasil pengeboman serta sejumlah barang bukti lainnya.

Direktur Polairud Polda NTT, Kombes Pol Irwan Deffi Nasution menjelaskan, pengungkapan kasus itu berawal saat personel KP P. Sukur XXII-3007 melaksanakan patroli rutin dari Pelabuhan Wuring menuju perairan pesisir Maumere, Kabupaten Sikka.

Sekitar pukul 08.00 Wita, personel Ditpolairud Polda NTT melihat sebuah perahu motor warna biru, putih dan kuning yang diawaki dua orang sedang berlabuh di perairan Desa Haewuli.

Baca Juga:
"Saat dilakukan pemeriksaan, keduanya mengaku sedang memperbaiki mesin perahu yang rusak," kata Kombes Pol Irwan Deffi Nasution pada Rabu (8/4/2026).

Namun, petugas menaruh curiga karena diatas perahu tidak ditemukan alat tangkap ikan seperti biasa.

Petugas justru menemukan sejumlah peralatan yang diduga digunakan untuk aktivitas pengeboman ikan, antara lain kompresor, kacamata selam, sepatu selam, sarung tangan, korek api, rokok, ember, toples plastik dan tas.

"Karena gerak-gerik keduanya mencurigakan, anggota kemudian melakukan wawancara secara terpisah. Dari situ kedua nelayan mengakui telah melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan bom rakitan," ujarnya.

Kedua nelayan yang diamankan diketahui berinisial AB (48), warga Desa Kolisia, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka dan I (27), warga Desa Kojagete, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka.

Setelah pengakuan tersebut, personel Ditpolairud langsung melakukan penyelaman di sekitar lokasi dan menemukan ratusan ikan mati akibat ledakan bom.

Baca Juga:
"Tim kemudian mengangkat seluruh ikan yang mati dan mengamankan barang bukti. Total terdapat 333 ekor ikan hasil pengeboman yang ditemukan di lokasi," jelas Direktur Polairud.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Puluhan Keluarga di Takari Dapat Bansos dari Kapolda NTT

Puluhan Keluarga di Takari Dapat Bansos dari Kapolda NTT

Warga Bestobe-Takari Menangis Haru Dengan Keberadaan Jembatan Bantuan Polda NTT

Warga Bestobe-Takari Menangis Haru Dengan Keberadaan Jembatan Bantuan Polda NTT

Jembatan Merah Putih Bantuan Polda NTT Hadirkan Akses Transportasi Bagi Warga dan Siswa di Takari

Jembatan Merah Putih Bantuan Polda NTT Hadirkan Akses Transportasi Bagi Warga dan Siswa di Takari

Kapolda NTT Apresiasi Capaian Enam Emas Dan Satu Perak Atlet Karate Polda NTT Dalam Kejuaraan Karate Piala Kapolri 2026

Kapolda NTT Apresiasi Capaian Enam Emas Dan Satu Perak Atlet Karate Polda NTT Dalam Kejuaraan Karate Piala Kapolri 2026

Polda NTT Limpahkan Tersangka Eksploitasi Seksual Anak ke Kejaksaan

Polda NTT Limpahkan Tersangka Eksploitasi Seksual Anak ke Kejaksaan

Nelayan di Kupang Ditemukan Meninggal Dalam Gubuknya

Nelayan di Kupang Ditemukan Meninggal Dalam Gubuknya

Komentar
Berita Terbaru