Remaja Asal NTT Jadi Korban TPPO di Medan, Lima Bulan Bekerja Tanpa Upah dan Alami Kekerasan
digtara.com - Niat merantau untuk mencari penghidupan yang lebih baik justru berujung nestapa. Dua remaja asal Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kota Medan, Sumatera Utara.
Baca Juga:
Kedua remaja tersebut berangkat ke Medan setelah menerima tawaran pekerjaan dari seorang teman. Mereka dijanjikan pekerjaan sebagai asisten rumah tangga dengan iming-iming penghasilan layak.
"Awalnya korban sudah bekerja sebagai ART di Kupang, kemudian mendapat tawaran dari temannya untuk bekerja di Medan," ujar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi saat ditemui di Sentra Bahagia, Medan.
Tawaran itu membuat kedua remaja yakin untuk meninggalkan kampung halaman dan terbang ke Medan. Namun, kenyataan yang mereka hadapi jauh dari janji awal.
Baca Juga:
Setibanya di Medan, kedua remaja tersebut bekerja di sebuah rumah tangga selama kurang lebih lima bulan. Selama periode itu, mereka tidak menerima upah sama sekali.
Tidak hanya itu, keduanya juga mengalami tindak kekerasan selama bekerja. Merasa tidak tahan, mereka akhirnya melarikan diri dan berhasil mendapatkan perlindungan.
"Mereka mengalami kekerasan, akhirnya kabur dan sekarang dilindungi di Sentra Bahagia," kata Arifah Fauzi.
Saat ini, kedua korban berada di bawah perlindungan Sentra Bahagia Medan, sebuah unit pelaksana teknis Kementerian Sosial yang berfungsi sebagai rumah aman dan pusat rehabilitasi sosial bagi korban kekerasan.
Baca Juga:
KemenPPPA Siapkan Solusi Jangka Panjang untuk Korban TPPO
"Kita tanya dulu minatnya apa, mungkin keterampilan menjahit atau yang lain. Nanti kita cari solusinya," ujar Arifah Fauzi.
Selain menemui dua remaja korban TPPO, Menteri PPPA juga menyambangi sejumlah anak perempuan korban kekerasan seksual yang saat ini menjalani perlindungan di Sentra Bahagia. Dalam kunjungan tersebut, KemenPPPA turut menyerahkan bantuan spesifik bagi para korban anak.
Baca Juga:
Kamar Kos di Medan Dijadikan Gudang Ratusan Vape Narkoba, Dua Pria Asal Aceh Ditangkap
Pengemudi Ojol Meninggal Mendadak Setelah Terjatuh di Jalan Pelita Medan
Kebakaran Hebat Hanguskan Pabrik Mainan di Medan Johor, Belasan Rumah Terdampak
Belasan Calon Tenaga Kerja Non Prosedural Asal NTT Diamankan Polisi di Pelabuhan Tenau-Kupang
BP3MI-Disnakertrans NTT Perkuat Sinergi Dengan Polda NTT Wujudkan Zero TPPO
Komitmen Zero TPPO, Polda NTT Bongkar Jaringan Perdagangan Orang dan Penyelundupan Manusia Lintas Wilayah
Satgas PRR Salurkan Lima Ambulans untuk Perkuat Layanan Kesehatan Pascabencana di Sumatera
Pastikan Layanan Publik Profesional, Wakapolda NTT Tinjau Pelayanan Satlantas Polresta Kupang Kota
Belasan Siswa di Rote Ndao Selamat Dalam Kecelakaan Laut Saat Menumpang Kapal Body Batang ke Sekolah
Polda NTT Periksa Empat Terlapor Dugaan Intimidasi Terhadap Dokter Icha
Garena Bagikan Kode Redeem Free Fire Terbaru 14 Juli 2026, Klaim Skin, Loot Crate hingga Emote Gratis
Sampaikan Sejumlah Tuntutan Atas Dugaan Intimidasi Dokter Icha, PMKRI-DPRD TTU Teken Nota Kesepahaman Bersama
Warga Antri Beli BBM di SPBU Reok-Manggarai, Polisi Turun Tangan