Hingga Akhir Februari, NTT Masih Rawan Dilanda Bibit Siklon Tropis
digtara.com -Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) soal ancaman munculnya bibit siklon tropis di wilayah selatan NTT.
Baca Juga:
Kondisi ini akibat cuaca ekstrem yang masih tinggi pada puncak musim hujan hingga akhir Februari 2026.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenot'ek, menjelaskan NTT tengah berada pada fase paling aktif musim hujan. Kondisi tersebut diperparah oleh sejumlah fenomena atmosfer yang terjadi secara bersamaan.
BMKG mencatat sedikitnya lima faktor atmosfer yang memperkuat potensi cuaca ekstrem di NTT diantaranya monsun Asia aktif, mendorong massa udara basah masuk ke Indonesia.
Baca Juga:
Gelombang atmosfer tropis seperti MJO, Rossby, dan Kelvin sedang aktif.
IOD negatif dan La Niña lemah, meningkatkan suplai uap air dari Samudera Hindia.
Kelembapan udara tinggi, didukung suhu muka laut yang hangat di sekitar NTT.
BMKG menegaskan periode Januari - akhir Februari merupakan puncak musim hujan di NTT.
Baca Juga:
Pada fase ini, curah hujan berada pada level tertinggi dalam setahun, sehingga risiko bencana hidrometeorologi juga ikut meningkat.
Kondisi berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat, disertai petir serta angin kencang.
Sementara pusat tekanan rendah dapat terbentuk di sekitar selatan NTT yang berpotensi berkembang menjadi bibit siklon tropis.
"Hingga menjadi Siklon Tropis, pusat tekanan rendah tersebut dapat terbentuk di sekitar wilayah selatan NTT. Fenomena tersebut menimbulkan pertemuan, perlambatan dan belokan angin yang dapat menyebabkan peningkatan curah hujan yang disertai kilat/petir dan angin kencang sehingga dapat mengakibatkan bencana hidrometeorologi," ujarnya pada Sabtu (31/1/2026).
Baca Juga:
Kondisi tersebut berisiko menimbulkan hujan sedang hingga sangat lebat, disertai kilat atau petir serta angin kencang.
Dampaknya bisa meluas, mulai dari banjir, tanah longsor, hingga kerusakan akibat terpaan angin.
Cuaca Ekstrim Hingga Suhu 7 Derajat Diduga Picu Kematian Mendadak Puluhan Sapi Milik Warga TTS
Plafon Puskesmas Bati-TTS Roboh Saat Gempa Bumi
Gempa 5,1 SR Guncang Aceh, Getarannya Sampai ke Medan
Hujan Intensitas Tinggi Rendam Sejumlah Wilayah di Kabupaten Malaka
Larantuka-Flores Timur Diguncang Gempa Bumi Tektonik Beruntun
Wilayah NTT Masuk Musim Kemarau Lebih Awal
Kurang dari 12 Jam, Polsek Kota Lama Bekuk Siswa Pelaku Penikaman Guru SMK Pelayaran Lasiana
5 Merek Laptop Terbaik 2026 yang Paling Dipercaya di Indonesia
Gandeng Kelompok Tani di Malaka, Polda NTT Siapkan Lahan Penanaman Bawang Putih
Bawa Kabur Uang Wisatawan, Calo Trip di Manggarai Barat Diamankan Polisi
Dua Wartawan di Manggarai Barat Ditahan Terkait Kasus Penganiayaan
Facebook Bekali Kreator dengan Asisten AI Pribadi, Susul TikTok dan YouTube
Google Maps Hadirkan Ask Maps di Indonesia, AI Bisa Cari Hidden Gems hingga Susun Rute Liburan