Cuaca Ekstrem, Pencarian Korban Tanah Longsor Secara Manual di Manggarai Timur Dilakukan Secara Manual
digtara.com -Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban bencana tanah longsor di Kampung Pau, Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, memasuki hari ketiga pada Sabtu (24/1/2026).
Baca Juga:
Hingga sore hari, dua warga yang dilaporkan tertimbun material longsor masih belum berhasil ditemukan.
Kepala Basarnas Maumere, Fathur Rahman, mengatakan tim SAR gabungan terus memaksimalkan upaya pencarian dengan metode penyisiran dan penggalian manual di sekitar lokasi kejadian perkara (LKK).
"Tim sudah bekerja sejak pagi dengan tetap mengutamakan keselamatan personel. Pencarian dilakukan secara manual karena kondisi medan dan cuaca belum memungkinkan penggunaan alat berat secara optimal," ujar Fathur Rahman dalam keterangannya.
Baca Juga:
Menurut Fathur Rahman, operasi SAR menghadapi sejumlah kendala di lapangan, antara lain hujan, angin, dan kabut, serta akses menuju lokasi yang masih tertutup material longsor dan adanya longsor susulan di beberapa titik.
Meski demikian, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, tenaga kesehatan, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat tetap melanjutkan pencarian hingga sore hari dengan hasil sementara nihil.
"Operasi SAR akan kembali dilanjutkan besok pagi dengan evaluasi menyeluruh terhadap strategi pencarian, menyesuaikan kondisi cuaca dan keamanan di lokasi," tambahnya.
Operasi SAR ini melibatkan lebih dari 100 personel gabungan dan didukung peralatan darat, peralatan evakuasi, kendaraan operasional, serta perlengkapan medis.
Baca Juga:
Kepala Desa Goreng Meni, Aleksius Talis menyebutkan kalau pada Kamis 22 Januari 2026 hujan terus mengguyur di wilayah Desa Goreng Meni disertai angin kencang.
Dampak bencana alam tanah longsor tersebut mengakibatkan empat rumah dan satu dapur milik warga rusak berat dan ringan tertimbun material longsor.
Keempat orang pemilik rumah dan satu orang pemilik dapur tersebut yaitu Kongradus Lasa (57), kondisi rumah beratap seng, lantai semen dan dinding papan ukuran 7x8 meter tertimbun material longsor.
Rumah Ardianus Matris (45), tertimbun material longsor. Rumah tersebut beratap seng, lantai semen, berdinding setengah tembok, ukuran 6x7 meter.
Baca Juga:
Hendrikus Nabar (30), kondisi dapur rusak berat. Dapur beratap seng, lantai semen, berdinding papan, ukuran 4x5 meter.
Rumah milik Polus Hasmin (45) juga rusak ringan. Rumah beratap seng, lantai semen, berdinding bata/tembok, ukuran 7x8 meter.
Terobos Lantai Dua Puskesmas Yang Rusak Parah, Polisi Selamatkan Peralatan Kesehatan
Polisi di Manggarai Timur Bantu Bangun Tenda Darurat Untuk Anak Sekolah
Judi Sabung Ayam di Manggarai Timur Dibubarkan Polisi
Akses Terbatas, Kapolres Manggarai Timur Antar Bantuan Warga Terdampak Gempa Pakai Sepeda Motor
Pengungsi di Manggarai Timur Mulai Berkurang, Tersisa 30 Ribu Pengungsi
Polda NTT Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak Bencana di Manggarai Timur
Kode Redeem FC Mobile 12 September 2026, Cek Daftar Hadiah Gratis yang Bisa Dicoba
MotoGP San Marino 2026: Marco Bezzecchi Raih Pole, Pecahkan Rekor Lap Misano
24 Kode Redeem FF 12 September 2026, Bisa Dicoba untuk Klaim Hadiah Gratis
Mazda Pamerkan 3 Mobil Terbaru di BCA Expo Medan 2026, Harga Mulai Rp524 Jutaan
Digitalisasi Bansos Mulai Oktober 2026, Ini Tantangan Besar yang Dihadapi Pemerintah
Tim URC Jatantas Polresta Kupang Kota Tangkap Pelaku Pengeroyokan Dua Pemuda
Mana yang Lebih Unggul: iPhone Duo vs Samsung Galaxy Z Fold8 ?