Rabu, 05 Agustus 2026

Diduga Terlibat Kasus BBM, Dua Anggota Polres Manggarai Timur Di-non aktifkan Dari Jabatan Fungsional

Imanuel Lodja - Senin, 27 April 2026 15:09 WIB
Diduga Terlibat Kasus BBM, Dua Anggota Polres Manggarai Timur Di-non aktifkan Dari Jabatan Fungsional
net
Ilustrasi.

digtara.com -Kapolres Manggarai Timur, AKBP Haryanto menonaktifkan dua anggotanya dari jabatan fungsional.

Baca Juga:

Kedua anggota tersebut masing-masing, Aipda DGL dan Bripda HFI.

Mereka dinon aktifkan atas dugaan penyalahgunaan BBM di wilayah Kabupaten Manggarai Timur.

Penonaktifan ini diakui Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra sebagai wujud tanggung jawab kepada masyarakat.

Baca Juga:
"Sebagai institusi yang menjunjung tinggi integritas, Polda NTT tidak menutup mata atas munculnya indikasi keterlibatan anggota Polri dalam kasus ini," ujar Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra pada Senin (27/4/2026).

Bidang Propam Polda NTT juga telah bergerak cepat dengan menerjunkan tim Subdit Paminal ke Polres Manggarai Timur pada Rabu (22/4/2026) lalu.

Kepolisian memastikan bahwa setiap tindakan yang diambil merupakan bentuk dedikasi tinggi dalam menjaga amanah rakyat di bumi Flobamora.

penegakan hukum ini berawal dari kesigapan personel di lapangan pada Kamis (16/4/2026).

Dalam sebuah upaya pengamanan distribusi energi di ruas Jalan Ruteng-Labuan Bajo, petugas menghentikan satu unit dump truk yang kedapatan membawa 2.955 liter BBM jenis solar subsidi tanpa dokumen resmi.

Saat itu juga, petugas mengamankan seorang warga masyarakat berinisial A sebagai terduga pelaku utama beserta seluruh barang bukti.

Baca Juga:
"Kapolres Manggarai Timur telah mengambil langkah progresif dengan menonaktifkan dua oknum anggota, Aipda DGL dan Bripda HFI dari jabatan fungsional mereka guna mempermudah proses pemeriksaan yang objektif dan mendalam," tegas Kabid Humas.

Penonaktifan dan pemeriksaan internal ini adalah diakui Kabid Humas sebagai janji kepada masyarakat bahwa tidak ada tempat bagi pelanggaran di dalam Polri.

"Kami memilih untuk terbuka karena kami menyayangi institusi ini dan menghormati kepercayaan masyarakat. Proses ini kami lakukan dengan tegas namun tetap mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan," ujar Kabid Humas Polda NTT.

Dugaan keterlibatan oknum anggota polisi dalam kasus tersebut masih dalam penyelidikan propam Polda NTT.

"Kami pastikan semua proses berjalan secara profesional dan transparan sesuai perintah pimpinan untuk melakukan "bersih-bersih" demi pelayanan yang lebih baik," tandasnya.

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Pindah Ke Itwasum Polri, Kombes Enrico Silalahi Serahkan Jabatan Irwasda ke Kapolda NTT

Pindah Ke Itwasum Polri, Kombes Enrico Silalahi Serahkan Jabatan Irwasda ke Kapolda NTT

Dua Kali Mangkir Dipanggil Sebagai Saksi Dugaan Kasus Korupsi Dana Desa, Kades di Sumba Barat Daya Dijemput Polisi

Dua Kali Mangkir Dipanggil Sebagai Saksi Dugaan Kasus Korupsi Dana Desa, Kades di Sumba Barat Daya Dijemput Polisi

Tumpahan Minyak Cemari Perairan Semau, Direktur Polairud Polda NTT Terjunkan Tim

Tumpahan Minyak Cemari Perairan Semau, Direktur Polairud Polda NTT Terjunkan Tim

Satresnarkoba Polres Ende Bongkar Jaringan Peredaran Ganja, Satu Pelaku Masih Buron

Satresnarkoba Polres Ende Bongkar Jaringan Peredaran Ganja, Satu Pelaku Masih Buron

Kasusnya Naik Sidik, Penyidik Polda NTT Kembali ke Kabupaten TTU Periksa Sejumlah Saksi Terkait Kasus Dokter Icha

Kasusnya Naik Sidik, Penyidik Polda NTT Kembali ke Kabupaten TTU Periksa Sejumlah Saksi Terkait Kasus Dokter Icha

Polda NTT Dukung BP3MI Latih Ketrampilan Calon Tenaga Kerja Dalam Berbagai Bidang

Polda NTT Dukung BP3MI Latih Ketrampilan Calon Tenaga Kerja Dalam Berbagai Bidang

Komentar
Berita Terbaru