Jumat, 09 Oktober 2026

Anakan Biawak Komodo di Manggarai Timur Masuk Ke Rumah Warga, Balai Besar KSDA NTT Turun Tangan

Imanuel Lodja - Sabtu, 23 Mei 2026 19:00 WIB
Anakan Biawak Komodo di Manggarai Timur Masuk Ke Rumah Warga, Balai Besar KSDA NTT Turun Tangan
Anakan biawak temuan warga dilepasliarkan kembali ke habitatnya

digtara.com -Seekor anakan biawak komodo masuk ke rumah warga di Dusun Londang, Desa Nanga Mbaur, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, NTT pada Kamis (22/5/2026).

Baca Juga:

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) NTT pun turun tangan menangani anakan biawak komodo yang masuk rumah warga.

Anakan biawak komodo tersebut selanjutnya diperiksa. Setelah pengambilan data mak dilepasliarkan ke habitat alaminya.

Masyarakat melaporkan soal seekor komodo yang masuk ke rumah warga di Dusun Londang.

Informasi tersebut kemudian diteruskan ke Arsyad (Mitra BBKSDA NTT di wilayah Pota).

Arsyad kemudian berkoordinasi dengan petugas Balai Besar KSDA NTT guna penanganan lebih lanjut.

Baca Juga:
Balai Besar KSDA NTT menugaskan Unit Penanganan Satwa untuk mengamankan dan memeriksa komodo tersebut.

Pemeriksaan meliputi pengukuran, pemasangan PIT tag (microchip), serta pengambilan sampel darah.

Hasil identifikasi menunjukkan komodo tersebut memiliki panjang tubuh 57,2 centimeter dengan berat 0,16 kilogram dan termasuk dalam kelas umur hatchling atau anakan baru menetas.

Selanjutnya, komodo tersebut dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya di kawasan Watu Pajung, Desa Nanga Mbaur, Kecamatan Sambi Rampas.

Pelepasliaran dilakukan dengan mempertimbangkan kesesuaian habitat serta kondisi individu yang masih berusia sangat muda.

Komodo ditempatkan di atas pohon untuk meningkatkan peluang bertahan hidup dari ancaman predator dan mendukung proses adaptasi di alam.

Adhi Nurul Hadi, Kepala Balai Besar KSDA NTT, mengatakan bahwa respons cepat terhadap laporan masyarakat sangat penting dalam penanganan konflik satwa liar, khususnya satwa yang dilindungi.

"Kami sangat mengapresiasi masyarakat yang segera melaporkan kejadian ini. Langkah cepat tersebut sangat membantu upaya penanganan agar dapat dilakukan secara aman, baik bagi warga maupun bagi satwa," ujarnya pada Sabtu (23/5/2026).

Disebutkan bahwa kemunculan komodo di sekitar permukiman perlu disikapi dengan hati-hati dan tidak boleh direspons dengan tindakan yang membahayakan satwa.

Baca Juga:
"Komodo merupakan satwa dilindungi yang harus dijaga bersama. Jika masyarakat menemukan satwa liar di sekitar permukiman, segera laporkan kepada petugas agar penanganannya dapat dilakukan sesuai prosedur," katanya.

Selain melakukan penanganan terhadap komodo tersebut, Balai Besar KSDA NTT juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat setempat mengenai pentingnya menjaga komodo dan habitatnya.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Terobos Lantai Dua Puskesmas Yang Rusak Parah, Polisi Selamatkan Peralatan Kesehatan

Terobos Lantai Dua Puskesmas Yang Rusak Parah, Polisi Selamatkan Peralatan Kesehatan

Polisi di Manggarai Timur Bantu Bangun Tenda Darurat Untuk Anak Sekolah

Polisi di Manggarai Timur Bantu Bangun Tenda Darurat Untuk Anak Sekolah

Judi Sabung Ayam di Manggarai Timur Dibubarkan Polisi

Judi Sabung Ayam di Manggarai Timur Dibubarkan Polisi

Akses Terbatas, Kapolres Manggarai Timur Antar Bantuan Warga Terdampak Gempa Pakai Sepeda Motor

Akses Terbatas, Kapolres Manggarai Timur Antar Bantuan Warga Terdampak Gempa Pakai Sepeda Motor

Pengungsi di Manggarai Timur Mulai Berkurang, Tersisa 30 Ribu Pengungsi

Pengungsi di Manggarai Timur Mulai Berkurang, Tersisa 30 Ribu Pengungsi

Pasca Gempa, Balai Besar KSDA NTT Kembali Buka TWA di Flores Dengan Pembatasan

Pasca Gempa, Balai Besar KSDA NTT Kembali Buka TWA di Flores Dengan Pembatasan

Komentar
Berita Terbaru