GMNI Sumut Desak Presiden Prabowo Tetapkan Bencana Sumatera sebagai Bencana Nasional
digtara.com -Kondisi bencana hidrometeorologi yang melanda berbagai daerah di Sumatera Utara dan sejumlah provinsi lain di Pulau Sumatera terus memburuk. Melihat skala kerusakan yang meluas serta krisis kemanusiaan yang semakin akut, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sumatera Utara mendesak Presiden Prabowo Subianto segera menetapkan status Bencana Nasional.
Baca Juga:
- Serahkan Daging Dam. Wamenhaj: Presiden Prabowo Subianto Memberikan Perhatian yang Besar Terhadap Perjuangan dan Kondisi Kemanusiaan Rakyat Palestina
- Presiden Prabowo Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Simbol Penghormatan untuk Perjuangan Buruh
- Reshuffle Kabinet: Prabowo Lantik Muhammad Qodari Jadi Kepala Bakom RI, Rombak Struktur Komunikasi Istana
Wakil Ketua Bidang Politik GMNI Sumut, Rojunjun Ariandi, SHut, menegaskan bahwa kekayaan alam Sumatera Utara—mulai dari tambang, pembangkit listrik, hingga hutan alam—merupakan aset nasional yang seharusnya menghadirkan kemakmuran bagi rakyat. Namun, menurutnya, pengelolaan yang mengabaikan daya dukung lingkungan justru menjadi akar munculnya bencana berulang.
"Alam Sumatera Utara adalah aset nasional yang seharusnya menjadi sumber kemakmuran rakyat, bukan sumber derita. Ketika pengelolaan dilakukan tanpa memperhatikan daya dukung lingkungan, keselamatan warga, dan keberlanjutan ekosistem, maka yang hadir bukan kesejahteraan melainkan ancaman," ujar Rojunjun dalam keterangan tertulis, Minggu (30/11/2025).
GMNI Sumut menilai bahwa kondisi saat ini sudah melampaui kemampuan pemerintah daerah untuk menangani dampak bencana. Terputusnya akses jalan antarwilayah akibat longsor dan banjir bandang membuat puluhan ribu warga di daerah terisolasi kesulitan memperoleh makanan dan kebutuhan pokok.
Baca Juga:
"Ini sudah bukan sekadar bencana alam biasa. Ketika rakyat mulai menjarah makanan untuk bertahan hidup, itu artinya negara sudah terlambat hadir. Insiden penjarahan ini adalah cerminan pilu dari krisis kemanusiaan dan kelaparan akibat lambatnya distribusi bantuan," tegasnya.
Menurut GMNI Sumut, bencana yang terus berulang menjadi bukti lemahnya pengendalian alih fungsi lahan dan penegakan hukum terhadap aktivitas perusakan lingkungan. Karena itu, penetapan status Bencana Nasional diperlukan untuk mencegah krisis ini berkembang menjadi masalah keamanan dan kelaparan massal.
"Penetapan Status Bencana Nasional akan memungkinkan pengerahan seluruh sumber daya pusat secara cepat dan terkoordinasi. Ini penting untuk membuka akses jalan, memastikan logistik masuk, serta memulihkan listrik dan komunikasi di wilayah terisolasi," ujarnya.
GMNI Sumut juga mendesak Presiden Prabowo hadir secara penuh dalam penanganan bencana dan memastikan bahwa kekayaan alam Sumatera tidak lagi dibayar dengan kerusakan ekologi dan korban jiwa. Mereka turut meminta pemerintah pusat melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh izin konsesi yang diduga berkontribusi pada bencana ekologis di Sumatera Utara.
Baca Juga:
Serahkan Daging Dam. Wamenhaj: Presiden Prabowo Subianto Memberikan Perhatian yang Besar Terhadap Perjuangan dan Kondisi Kemanusiaan Rakyat Palestina
Presiden Prabowo Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Simbol Penghormatan untuk Perjuangan Buruh
Reshuffle Kabinet: Prabowo Lantik Muhammad Qodari Jadi Kepala Bakom RI, Rombak Struktur Komunikasi Istana
11 Pimpinan BAZNAS Periode 2026-2031 Terima SK Presiden Lewat Menag, Inilah Daftar Orangnya!
Pemerintah Cabut Izin PT Toba Pulp Lestari, Horas Bangso Batak Apresiasi Ketegasan Presiden Prabowo
Kabar Gembira! Pemerintah Segera Bangun Tol Lembah Anai di Sumatera Barat
Empat Penganiaya Prada Lucky Hingga Tewas Dipecat, 18 Lainnya Lolos dari PTDH
Jasad Bayi Perempuan Ditemukan Pemulung
Kasus Pengrusakan dan Percobaan Pemerkosaan di Lembata Diselesaikan Secara Damai
Kemnaker Apresiasi Digitalisasi Inkop TKBM, Tingkatkan Kesejahteraan 86 Ribu Pekerja Pelabuhan
Kantor UPTD BKKBN di Manggarai Barat Terbakar
Polres Manggarai Barat Selidiki Kasus Meninggalnya Dua Wisatawan China di Perairan Pulau Kelor
Jadwal Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, Garuda Hadapi Vietnam dan Singapura di Fase Grup