Masalah Miras dan Kasus Kriminal Masih Menjadi Isu Utama Dialog Kapolres Alor dan Warga
Baca Juga:
Menanggapi seluruh keluhan tersebut, Kapolres Alor menegaskan komitmen Polres Alor dalam menertibkan konsumsi miras, termasuk di internal Kepolisian.
Ia mengungkapkan bahwa anggota yang kedapatan mengonsumsi miras telah diberi peringatan keras dan ancaman pemecatan sesuai instruksi Kapolda NTT.
Baca Juga:Terkait ASN yang mengkonsumsi miras, Kapolres menyatakan akan berkoordinasi langsung dengan Bupati Alor serta memerintahkan pendataan pegawai yang terlibat.
Ia juga memastikan bahwa penertiban terhadap sopi kiser dan moke akan terus dilakukan dengan dukungan masyarakat.
Kapolres menambahkan bahwa Polres Alor akan meningkatkan patroli di wilayah-wilayah rawan seperti Jembatan Hitam dan Beldang.
Ia turut menegaskan bahwa patroli gabungan TNI/Polri masih berjalan, sementara Satpol PP akan dilibatkan kembali melalui koordinasi resmi.
Kasat Lantas Polres Alor, Iptu Muhammad Aris Salama menambahkan bahwa pihaknya tidak pernah melakukan tebang pilih dalam penindakan tilang.
Baca Juga:Kendala yang terjadi lebih berkaitan dengan keterbatasan personil. Ia juga mengungkapkan bahwa sekitar 70 persen kendaraan di Alor berstatus tidak lengkap atau "bodong", sehingga penindakan dalam Operasi Zebra kedepan akan difokuskan pada helm, SIM, dan kelengkapan kendaraan.
Wakapolres Alor turut mempertegas bahwa tidak ada pengecualian dalam penindakan tilang, termasuk bagi keluarga anggota kepolisian.
Ia juga menyoroti kurangnya pengawasan orang tua sebagai salah satu penyebab meningkatnya tawuran antar pemuda.
Mabuk Miras dan Berkelahi, Dua Pemuda di Kota Kupang Sepakat Berdamai di Polsek Kota Lama
Patroli Lampu Biru di Kota Kupang Amankan Sejumlah Remaja Pria Saat Pesta Miras
Konsumsi Miras Berlebihan, Warga di Kabupaten TTS Tewas Dianiaya Rekannya dengan Parang
Mabuk Miras, Pemuda di Kota Kupang Ribut di Depan Rumah Sakit
Ratusan Liter Miras Ilegal Siap Edar Diamankan Polres Alor