Masyarakat Manggarai Barat Resah Dengan Isu Penculikan Anak, Polisi Pastikan Hoax
digtara.com -Masyarakat Kabupaten Manggarai Barat, NTT dalam pekan ini resah dengan beredarnya informasi liar terkait penculikan anak di kampung Wae Moto, Desa Compang Liang Dara, Kecamatan Mbeliling, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT.
Baca Juga:
- Jadi Kehormatan Jalani Misi Kemanusiaan di Flores, Tim Slog Polri Bahagia Layani Warga Korban Gempa
- 25 Tahun Jadi Lembaga Pendidikan Bagi Warga Pulau Kukusan Dalam Kondisi Memprihatinkan, Kapolda NTT Bantu Revitalisasi MI Al-Hidayah
- Baru Bebas dari Penjara, Remaja di Manggarai Barat Kembali Bobol Rumah Warga Untuk Judi Online
Informasi soal kasus penculikan anak ini sempat viral di media sosial. Polisi pun memastikan kalau informasi tersebut tidak benar alias hoax.
Polisi menyebut, peristiwa yang ramai disebut sebagai penangkapan pelaku penculikan anak itu ternyata orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Kasi Humas Polres Mabar, Ipda Hary Suryana, membantah kabar yang menyebut telah terjadi upaya penculikan anak di wilayah Kampung Wae Moto, Desa Compang Liang Dara.
Baca Juga:
Kejadian yang sebenarnya terjadi di wilayah Kampung Pau, Desa Pantar, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat.
"Pria itu diamankan warga di sekitar Hutan Kampung Pau, Desa Pantar bukan di kampung Wae Moto. Jadi, informasi soal penculikan anak itu tidak benar," tegasnya.
Kejadian itu bermula, ketika salah satu warga Kampung Pau bertemu EJ (40) di sekitar Hutan Pau. Melihat pria paruh baya itu, warga tersebut langsung memberitahukan kepada warga desa setempat.
"Warga tersebut menduga EJ adalah pelaku penculikan anak yang sedang viral di Manggarai Raya karena melihat yang bersangkutan membawa tas gendong berukuran besar," jelasnya.
Ia menambahkan kalau EJ diamankan oleh warga Kampung Pau, Desa Pantar, pada Sabtu (11/10/2025) petang sekitar pukul 16.00 Wita.
Baca Juga:
Kemudian EJ dijemput oleh pihak kepolisian setempat. Selanjutnya diamankan di Polsek Komodo untuk dimintai keterangan dan dipertemukan dengan pihak keluarga.
"Berdasarkan informasi dari pihak keluarga, bahwa yang bersangkutan mengalami gangguan kejiwaan saat pulang merantau dari Kalimantan," ungkap Kasi Humas.
Kini, EJ sudah diserahkan kepada keluarga untuk dipulangkan ke kampung halamannya di Desa Meler, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT.
"Yang bersangkutan sudah kami serahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa pulang," sebutnya.
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Jadi Kehormatan Jalani Misi Kemanusiaan di Flores, Tim Slog Polri Bahagia Layani Warga Korban Gempa
25 Tahun Jadi Lembaga Pendidikan Bagi Warga Pulau Kukusan Dalam Kondisi Memprihatinkan, Kapolda NTT Bantu Revitalisasi MI Al-Hidayah
Baru Bebas dari Penjara, Remaja di Manggarai Barat Kembali Bobol Rumah Warga Untuk Judi Online
Kapolres Manggarai Barat Datangkan Terapis Bantu Pasien Stroke di Tenda Pengungsian
Remaja Pria di Manggarai Barat Curi Bobol Rumah Warga Korban Gempa Flores
6.399 Unit Fasilitas dan Rumah Warga di Manggarai Barat Rusak Pasca Gempa, Korban Jiwa dan Pengungsi Mencapai 1.580 Orang
ANTAM Turun UBS Naik, Cek Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Rabu 9 September 2026
Perkara Masuk Tahap I, Viktor Manbait dan Tim Tak Lagi Jadi Kuasa Hukum Dokter Icha
Kejagung Periksa 5 Saksi Kasus Korupsi Makan Bergizi Gratis di BGN
Asap Karhutla Selimuti 14 Kabupaten di Sumut, Jarak Pandang Turun hingga 500 Meter
Tuntaskan Kasus Fidusia, Polda NTT Serahkan Lagi Dua Tersangka ke Kejaksaan
Gugatan Mantan Anggota Polri Ditolak PTUN, Keputusan PTDH Kapolda NTT Tetap Berlaku
Satu Warga Jadi Tersangka Kasus Pencurian Ternak di Sumba Timur, Anggota Polri Jalani Patsus