Lindungi Hak Konsumen, Polda NTT Proses Lanjut Kasus Beras Tidak Layak Konsumsi
digtara.com -Perlindungan terhadap hak konsumen terutama untuk berbagai produk yang dikonsumsi menjadi perhatian Polda NTT dan jajaran.
Baca Juga:
- Tidak Ditahan Setelah Jadi Tersangka Pencemaran Nama Baik, Perempuan di Manggarai Barat Dikenakan Wajib Lapor
- Kembalikan Berkas Perkara Dokter Icha ke JPU, Penyidik Polda NTT Tunggu Petunjuk Jaksa
- Keroyok Orang Hingga Tewas di Tasikmalaya-Jawa Barat, Pelaku Ditangkap Resmob Polda NTT dan Polres TTS di Kota SoE
Kasus ini terus bergulir. Polda NTT sudah menetapkan dua orang tersangka namun belum tahan.
Proses hukum kasus ini dilakukan penyidik Ditreskrimsus Polda NTT dengan mengamankan barang bukti dan dokumen serta memeriksa sejumlah saksi termasuk saksi ahli.
Baca Juga:"Pengungkapan dua kasus dugaan tindak pidana di bidang Perlindungan Konsumen ini adalah bagian dari komitmen kami dalam mendukung program pangan murah pemerintah dan menjaga stabilitas serta ketahanan pangan di wilayah NTT. Penegakan hukum kami arahkan untuk memastikan kualitas, keamanan, dan kejujuran dalam rantai distribusi bahan pangan," ujar Karo Ops Polda NTT, Kombes Pol Joni Afrizal Syarifuddin didampingi Dirreskrimsus, Kombes Pol Hans Rachmatulloh Irawan, Kabid Humas, Kombes Pol Henry Novika Chandra dan Kabid Propam AKBP Muhammad Andra Wardhana, Kamis (9/10/2025).
Ia menegaskan, tindakan tegas tersebut merupakan upaya Polri untuk melindungi hak-hak masyarakat sebagai konsumen dan memastikan agar seluruh aktivitas ekonomi berjalan secara jujur, adil, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
"Kami berharap pengungkapan ini dapat memberikan efek jera bagi para pelaku dan menjadi peringatan bagi pihak lain agar tidak melakukan perbuatan serupa," tegas Karo Ops.
"Polri hadir memastikan keadilan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat melalui pengawasan distribusi pangan. Kami akan terus memperkuat koordinasi dengan Bulog, Dinas Perdagangan, dan Dinas Pertanian agar distribusi pangan bersubsidi sampai tepat sasaran," ujar Kombes Joni.
Pihaknya mengajak masyarakat untuk turut aktif melapor bila menemukan praktik curang.
Baca Juga:"Dengan sinergi antara Polri, pemerintah, dan masyarakat, kita wujudkan NTT sebagai daerah yang aman, adil, dan sejahtera," tandasnya.
Polda NTT menangani laporan polisi nomor LP/B/157/VIII/2025/Polda NTT, tanggal 1 Agustus 2025.
Peristiwa terjadi pada 13 Juli 2025 di salah satu retail modern di Kota Kupang.
I, seorang konsumen di Kota Kupang membeli beras premium merk Topi Koki ukuran 20 kilogram, namun setelah dibuka, beras tersebut berisi banyak kutu dan tidak layak konsumsi.
RA pun sudah ditetapkan oleh penyidik DItreskrimsus Polda NTT sebagai tersangka.
Baca Juga:
Tidak Ditahan Setelah Jadi Tersangka Pencemaran Nama Baik, Perempuan di Manggarai Barat Dikenakan Wajib Lapor
Kembalikan Berkas Perkara Dokter Icha ke JPU, Penyidik Polda NTT Tunggu Petunjuk Jaksa
Keroyok Orang Hingga Tewas di Tasikmalaya-Jawa Barat, Pelaku Ditangkap Resmob Polda NTT dan Polres TTS di Kota SoE
Direktorat Binmas Polda NTT-Unwira Kupang Teken PKS Perkuat Kolaborasi Kepolisian dan Perguruan Tinggi
Polres Kupang Limpahkan Kasus Pembuangan Bayi di Amarasi ke Polda NTT