Sabtu, 05 September 2026

Ungkap Kasus Penipuan Kemasan, Polda NTT Amankan 2,6 Ton Beras di Pasar Tradisional

Imanuel Lodja - Kamis, 09 Oktober 2025 14:36 WIB
Ungkap Kasus Penipuan Kemasan, Polda NTT Amankan 2,6 Ton Beras di Pasar Tradisional
ist
Dirreskrimsus Polda NTT menjelaskan soal pengungkapan kasus beras bermasalah di Polda NTT

digtara.com -Sebanyak 2,6 ton beras atau 2.615 kilogram diamankan penyidik Ditreskrimsus Polda NTT.

Baca Juga:

Ribuan kilogram beras SPHP ini dikemas dalam karung beras jenis jeruk.

Beras bermasalah ini diamankan polisi pada 16 September 2025 malam di salah kios di pasar Inpres Kota Kupang, NTT.

"Modusnya, pelaku melakukan penukaran isi beras jeruk dengan menggunakan beras SPHP. Delapan karung beras SPHP seberat 40 kilogram dimasukkan ke dalam karung beras jeruk ukuran 40 kilogram," urai Direktur Reskrimsus Polda NTT, Kombes Pol Hans Rachmatulloh Irawan didampingi Karo Ops Polda NTT, Kombes Pol Joni Afrizal Syarifuddin, Kabid Humas, Kombes Pol Henry Novika Chandra dan Kabid Propam, AKBP Muhamad Andra Wardhana di Mapolda NTT, Kamis (9/10/2025).

Baca Juga:
Dalam kasus ini, penyidik menetapkan M (36), seorang ibu rumah tangga sebagai tersangka.

"Namun karena alasan kesehatan, tersangka belum ditahan," ujarnya.

Modusnya, pelaku melakukan hal tersebut di kiosnya karena terdapat perbedaan harga penjualan beras jeruk dengan beras SPHP.

"Harga beras jeruk lebih mahal harga daripada beras SPHP. Satu kilogram beras jeruk Rp 13.000 sementara satu kilogram beras SPHP Rp 11.300," tandas Dir Reskrimsus Polda NTT.

Dalam pengakuannya, tersangka mengaku kalau beras yang sudah terjual sebanyak 80 kilogram.

Sebelumnya, tersangka mengambil empat ton beras SPHP dari Bulog.

Baca Juga:
Terkait kasus ini, penyidik sudah memeriksa enam orang saksi termasuk anggota Polri yang pertama kali mendapatkan informasi dari masyarakat tentang adanya tindak pidana perlindungan konsumen.

Penyidik juga meminta keterangan dari ET selaku saksi karyawan (sopir) pada kios UD Aira yang diperintahkan oleh tersangka M untuk menjahit karung beras super cap jeruk yang telah diisi beras SPHP.

Ada pula YT selaku saksi karyawan (penjaga kios) pada kios UD Aira yang diperintahkan M untuk menjahit karung beras super cap jeruk yang telah diisi beras SPHP.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Polairud Polda NTT Kerahkan Kapal Antar Bantuan Korban Gempa Ke Wilayah Pulau di Flores

Polairud Polda NTT Kerahkan Kapal Antar Bantuan Korban Gempa Ke Wilayah Pulau di Flores

Investor Pariwisata di Sumba Barat Daya Ditipu Makelar Tanah Hingga Rugi Miliaran Rupiah

Investor Pariwisata di Sumba Barat Daya Ditipu Makelar Tanah Hingga Rugi Miliaran Rupiah

Dukung Kasus Dokter Icha Diusut Tuntas, Sanggar Suara Perempuan NTT Surati Kapolda NTT

Dukung Kasus Dokter Icha Diusut Tuntas, Sanggar Suara Perempuan NTT Surati Kapolda NTT

Granat Belasan Tahun Disimpan Dalam Rumah, Warga Malaka Pilih Serahkan ke Polisi

Granat Belasan Tahun Disimpan Dalam Rumah, Warga Malaka Pilih Serahkan ke Polisi

Satlantas Polres Ngada Pulihkan Mental Anak Sekolah Korban Gempa Lewat Trauma Healing

Satlantas Polres Ngada Pulihkan Mental Anak Sekolah Korban Gempa Lewat Trauma Healing

Bantu Warga Korban Gempa Bumi, Kapolda NTT Beri Penghargaan Pada Tim Trauma Healing Polda Jawa Tengah Dan NTB

Bantu Warga Korban Gempa Bumi, Kapolda NTT Beri Penghargaan Pada Tim Trauma Healing Polda Jawa Tengah Dan NTB

Komentar
Berita Terbaru