Kasus Penikaman Hingga Tewasnya Anak Dibawah Umur di Sabu Raijua Direka Ulang
digtara.com -Polres Sabu Raijua melakukan reka ulang/rekonstruksi kasus penikaman yang menyebabkan seorang anak dibawah umur meninggal dunia.
Baca Juga:
Reka ulang digelar pada Selasa (30/9/2025) di lokasi kejadian di Dusun 3, Desa Waduwalla, Kecamatan Sabu Liae, Kabupaten Sabu Raijua.
Kegiatan ini dipimpin Kasat Reskrim Polres Sabu Raijua, Iptu Deflorintus M. Wee bersama KBO Sat Reskrim Polres Sabu Raijua, Ipda Subur Gunawan dan Kapolsek Sabu Timur, Ipda Daniel Fia.
Hadir pula JPU Kejaksaan Negeri Sabu Raijua, anggota DPRD Kabupaten Sabu Raijua, Laurens A. Ratu Wewo, Kepala Desa Waduwalla dan sejumlah saksi.
Baca Juga:
Kasus penikaman dengan pisau yang menyebabkan korban meninggal dunia terjadi pada Selasa, 16 September 2025 lalu.
Proses reka ulang berlangsung hampir tiga jam dibawah pengawalan anggota Polres Sabu Raijua dan Polsek Sabu Timur.
"Setelah rekonstruksi ini maka dalam dua hari kedepan akan dilakukan pengiriman tahap 1 berkas perkara ke JPU Kejaksaan Negeri Sabu Raijua," ujar Kapolres Sabu Raijua, AKBP Paulus Naatonis pada Rabu (1/10/2025).
Tersangka dan korban sendiri masih memiliki hubungan keluarga dan selama ini cukup akrab.
Pertikaian antara keduanya hanya karena masalah sepele.
Baca Juga:
Korban sempat berlari ke rumahnya bersama pisau yang masih menancap di dada sebelah kanan.
Pasca kejadian tersangka mencari pisaunya karena tidak menyangka kalau pisau masih tertancap pada tubuh korban.
Lagi, Warga Nagekeo-NTT Ditemukan Tewas Gantung Diri
Pulang Kegiatan Rohani, Bocah Perempuan di Lembata Dicabuli Pria Lansia
Jadi Tersangka Pencabulan Penumpang Perempuan, Sopir Mobil Travel di Sumba Barat Daya Ditahan Polisi
Tersangka Pengeroyokan dan Penikaman di Kabupaten TTU Dilimpahkan Ke Kejaksaan
Terima Laporan Pencabulan, Kurang dari Tiga Jam URC Resmon Polres Rote Ndao Tangkap Terduga Pelaku
Dua Perwira Polres Sabu Raijua Dimutasi
Mengapa Harus Puasa Sebelum Operasi? Rahasia di Balik Prosedur Keselamatan Bedah
Lagi, Warga Nagekeo-NTT Ditemukan Tewas Gantung Diri
IHSG Berisiko Melanjutkan Pelemahan, Analis Rekomendasikan Empat Saham Ini
Puluhan Remaja Di Kupang Rusaki Fasilitas Sekolah, Orang Tua Siap Ganti Rugi
Rupiah Diproyeksikan Masih Tertekan, Berpotensi Bergerak ke Rp18.350 per Dolar AS
Ditpolairud Bantu Antar Jenazah Warga Kurang Mampu Hingga Ke Kabupaten TTS
Simak Daftar Harga Emas ANTAM dan UBS di Gerai Pegadaian Hari Ini Senin 9 Juni 2026