Petugas Gabungan Tertibkan Pedagang Liar Yang Pakai Bahu Jalan
digtara.com - Sebanyak enam unit kendaraan milik pedagang liar diamankan petugas saat operasi gabungan di Pasar Rakyat Batu Cermin, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT pada Jumat (25/4/2025) petang.
Baca Juga:
- Hampir Dua Pekan disemayamkan di Manggarai Barat, Jenazah Dua WNA Austria Diberangkatkan ke Denpasar
- Belajar Dari Insiden Meninggalnya WNA Austria di Lokasi Wisata, Polisi-Warga di Manggarai Barat Intensifkan Sidak di Lokasi Wisata
- Fasilitas Rusak, Akses ke Lokasi Wisata Alam Danau Sano Limbung-Manggarai Barat Ditutup Sementara
Kendaraan berjenis bak terbuka (pickup) itu diamankan karena menggunakan bahu jalan untuk parkir dan berjualan.
Operasi penertiban ini melibatkan Satuan Lalu Lintas Polres Manggarai Barat, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Manggarai Barat.
Kasat Lantas Polres Manggarai Barat, AKP I Made Supartha Purnama mengatakan kalau penertiban ini penting untuk menertibkan aktivitas lalu lintas di sekitar pasar yang selama ini kerap terganggu, akibat pedagang liar yang berjualan di luar area yang telah ditentukan.
"Keberadaan mobil yang digunakan untuk berjualan mengganggu ketertiban dan membuat kemacetan arus lalu lintas serta membahayakan pengguna jalan raya, untuk itu mereka kami tertibkan," kata Kasat Lantas, Jumat (25/4/2025).
Beberapa kendaraan tersebut tidak dilengkapi dengan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) atau plat nomor polisi dan Surat Izin Mengemudi (SIM).
"Saat diperiksa petugas, sebagian kendaraan itu tidak menggunakan plat nomor maupun kelengkapan dokumen. Sehingga langsung kami berikan tindakan penilangan," tuturnya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Manggarai Barat, Gabriel Bagung, menjelaskan bahwa operasi ini merupakan bagian dari kegiatan rutin untuk menertibkan pedagang liar yang tidak memiliki izin dan berjualan sembarangan di bahu dan badan jalan pasar.
"Kami melakukan penertiban terhadap pedagang-pedagang liar yang menggunakan bahu jalan untuk berjualan. Ini menyulitkan pelaku usaha resmi di dalam pasar dan mengganggu lalu lintas," ujar Gabriel.
Penertiban ini, lanjut Gabriel, dipicu oleh aksi protes para pelaku usaha resmi yang memiliki lapak di dalam pasar.
"Mereka merasa dirugikan karena pengunjung enggan masuk ke dalam pasar akibat keberadaan pedagang liar yang menjajakan dagangan di jalanan luar," sambungnya.
Ia menambahkan bahwa sebagian besar pedagang liar ini diketahui berasal dari luar Kabupaten Manggarai Barat.
Hampir Dua Pekan disemayamkan di Manggarai Barat, Jenazah Dua WNA Austria Diberangkatkan ke Denpasar
Belajar Dari Insiden Meninggalnya WNA Austria di Lokasi Wisata, Polisi-Warga di Manggarai Barat Intensifkan Sidak di Lokasi Wisata
Fasilitas Rusak, Akses ke Lokasi Wisata Alam Danau Sano Limbung-Manggarai Barat Ditutup Sementara
Polres Manggarai Barat Periksa Lima Saksi Dalam Kasus Tewasnya Dua WNA Austria
Kapal Phinisi di Manggarai Barat Diduga Salahgunakan BBM Solar Bersubsidi