Karyawan Toko Indomaret di Kupang Gelapkan Uang hingga Puluhan Juta Rupiah
Namun karena YML tidak mengetahui sandi kode brankas, sehingga iya menghubungi tersangka melalui telepon karena kode sandi brankas salah.
Baca Juga:
Lalu tersangka menjawab kalau ia akan ke toko Indomaret Kuanino untuk membuka brangkas.
Tersangka dan bersama-sama dengan korban, YML dan A mengecek uang cash dan uang sales pada brankas.
"Ditemukan minus uang sebesar Rp. 80.061.725," sebut Kombes Aldinan Manurung.
A selaku area manajer bertanya tentang keberadaan uang seles untuk disetor kepada pihak Finance, dan tersangka mengatakan sudah disetorkan ke pihak Finance.
"Setelah diminta struk bukti setorannya, tersangka mengatakan bukti setoran disimpan di kos-kosannya. Kemudian mereka ke kosaan namun tersangka tidak bisa menunjukkan struk bukti setoran uang seles pada pihak Finance, dan diakuinya bahwa uang tersebut telah dipakainya," ungkap Kapolresta.
Akibat perbuatan tersebut, tersangka dikenakan pasal 374 subsider pasal 372 KUHPidana, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 5 tahun.
Penyidik Unit Reskrim Polsek Kota Raja, Polresta Kupang Kota pun menyerahkan tersangka EM alias E yang terlibat dalam tindak pidana penggelapan dalam jabatan, ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kupang pada Selasa (8/10/2024).
Berkas perkara dan penyerahan tersangka diterima oleh Jaksa Penuntut Umum di Kejaksaan Negeri Kota Kupang.
EM pun menunggu waktu untuk jadwal pelaksanaan sidang di Pengadilan Negeri Kupang.
Sesama Siswa SMKN 5 Kupang Saling Tawuran
Tikam Rekannya di Belu, Tiga Pelaku Ditangkap Tim Resmob Polda NTT di Kupang
Tengah Malam, Seorang Pria di Kupang Ancam Istri dan Anak-anak Dengan Parang
Kapolres Kupang Dorong Penyelesaian Konflik Warga Secara Damai
Polisi Amankan Sejumlah Pria Diduga Terlibat Kasus Bentrokan di Perumahan Eks Pejuang Timtim