Selasa, 09 Juni 2026

Bhabinkamtibmas di Kupang Berdayakan Warga Melalui Pemanfaatan Lahan Tidur

Imanuel Lodja - Senin, 29 Januari 2024 11:00 WIB
Bhabinkamtibmas di Kupang Berdayakan Warga Melalui Pemanfaatan Lahan Tidur
istimewa
Bhabinkamtibmas di Kupang Berdayakan Warga Melalui Pemanfaatan Lahan Tidur

digtara.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memiliki slogan Polri 'Presisi' yang merupakan akronim dari prediktif, responsibilitas dan transparansi berkeadilan.

Baca Juga:

Kata responsibilitas dan transparansi berkeadilan yang menyertai pendekatan pemolisian prediktif ditekankan agar setiap anggota Polri mampu melaksanakan tugasnya secara cepat dan tepat, responsif, humanis, transparan, bertanggung jawab, serta berkeadilan.

Konsep Presisi diharapkan tidak hanya sekadar menjadi jargon namun juga benar-benar diterapkan dalam bertugas.

Bripka I Gde Suta Perdana, Bhabinkamtibmas di Polres Kupang ini pun menjabarkan kebijakan pimpinan Polri melalui pemberdayaan masyarakat guna membantu ekonomi masyarakat.

Sejak tahun 2019 yang lalu, ia menjalankan tugas di Polsek Takari dan menjadi Bhabinkamtibnas untuk Desa Benu dan Desa Noelmina, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang.

Dua desa ini memiliki wilayah yang sangat luas namun Bripka I Gde Suta Perdana sedapat mungkin bisa berkunjung ke masyarakat setiap hari.

Tahun 2020, covid-19 dan badai Seroja melanda wilayah Kabupaten Kupang.

Dalam pengamatannya, ternyata banyak lahan yang belum diberdayakan.

Masalah utamanya adalah minimnya ketersediaan air untuk mengelola lahan pertanian.

Salah satu lahan tidur yang dinilai potensial ada di wilayah RT 13/RW 06, Desa Benu, Kecamatan Takari.

Lahan tersebut berdekatan dengan danau dadakan yang muncul pasca tambang batu marmer.

Lahan tersebut merupakan tanah yang cepat menyerap air dan tidak cocok dengan pertanian.

Bripka I Gde Suta Perdana kemudian mengajak kelompok ibu rumah tangga membersihkan lahan kosong ini.

Bersama kaum ibu, ia mencari akal agar lahan yang 'biasa' menjadi lahan 'luar biasa'.

Di sore hari usai menjalankan tugas utama, Bripka I Gde dan warga menggembur tanah tersebut. Tanah bagian atas dikikis dan kaum ibu mengumpulkan daun kering dan kotoran sapi yang diolah menjadi pupuk buatan.

Mereka kemudian menggali 1.000 lubang dan menempatkan pupuk buatan tersebut kemudian ditanami lombok dan bawang merah serta bawang putih.

Kendala pertama bisa diatasi. Namun rupanya banyak ternak yang lalu lalang di lahan tersebut sehingga Bripka I Gde Suta Perdana dan kaum ibu membuat pagar alami dari kayu.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Puluhan Remaja Di Kupang Rusaki Fasilitas Sekolah, Orang Tua Siap Ganti Rugi

Puluhan Remaja Di Kupang Rusaki Fasilitas Sekolah, Orang Tua Siap Ganti Rugi

Kecelakaan Tunggal di Kupang, Mahasiswa Asal Kabupaten TTS Meninggal Dunia

Kecelakaan Tunggal di Kupang, Mahasiswa Asal Kabupaten TTS Meninggal Dunia

Siswa SMP Negeri 3 Kupang Diingatkan Bahaya Rokok, Narkoba Dan Miras

Siswa SMP Negeri 3 Kupang Diingatkan Bahaya Rokok, Narkoba Dan Miras

Kalah Judi, Pria di Kupang Nekat Bakar Rumah Sendiri

Kalah Judi, Pria di Kupang Nekat Bakar Rumah Sendiri

Masih Dengan Pakaian Seragam Sekolah, Sejumlah Pelajar di Kota Kupang Diamankan Polisi daat Pesta Miras

Masih Dengan Pakaian Seragam Sekolah, Sejumlah Pelajar di Kota Kupang Diamankan Polisi daat Pesta Miras

Iwan Fals Konser di Kupang Akhir Pekan Ini, Polisi Siapkan Pengamanan Maksimal

Iwan Fals Konser di Kupang Akhir Pekan Ini, Polisi Siapkan Pengamanan Maksimal

Komentar
Berita Terbaru