Anggota Polri Bijak dan Cerdas Analisa Berita Hoax
digtara.com – Kapolda NTT Irjen Pol Drs Johni Asadoma, MHum minta kepada seluruh anggota Polda NTT untuk selalu bijak dan cerdas dalam menganalisa setiap berita-berita yang ada di media massa terutama di media sosial.
Baca Juga:
Hal ini disampaikan Kapolda NTT saat memimpin apel gabungan di Lapangan Ricky Sitohang Mapolda NTT, Senin (3/4/2023) pagi.
Saat ini banyak berita-berita hoax sudah banyak bertebaran.
Untuk itu Kapolda menegaskan kepada seluruh anggota untuk tidak menjadi penyebar ataupun pembuat hoax, serta menjadi provokator dalam hal apapun juga. Baik itu di dalam hal kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
“Ini supaya kita jaga betul, tidak terjadi perpecahan, tidak terjadi saling serang, saling menjatuhkan diantaranya sesama anak bangsa, sesama anggota masyarakat karena berita hoax ini sangat berbahaya. Kita harus bijak, cerdas dalam menganalisa setiap berita-berita hoax tersebut karena kita adalah aparat,” tegasnya.
Kapolda juga mengharapkan kepada seluruh anggota untuk memberikan arahan maupun petunjuk kepada keluarga masing-masing.
“Begitu juga dengan kepada keluarga kita, saya minta masing-masing memberikan arahan, petunjuk kepada keluarga masing-masing untuk tidak cepat percaya terhadap berita hoax, tidak menyebarkan berita hoax, tidak membuat berita hoax,” harapnya.
Menurutnya, berita yang dianggap tidak sesuai untuk tidak diteruskan kepada orang lain yang menyebabkan salah persepsi.
“Kalau ada berita yang menurut kita tidak masuk akal, langsung saja di hapus, tidak perlu kita sebarkan sehingga kerukunan hidup di dalam segala hal, keharmonisan, ketenangan, kedamaian ini tetap terjaga di Indonesia khususnya di NTT ini,” pintanya.
Kapolda NTT mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa dan selamat menjelang hari paskah kepada seluruh anggota.
Giliran Plh Kadis Kesehatan TTU Diperiksa Terkait Kasus Dokter Icha
Ungkap Fakta Baru, Kuasa Hukum Terlapor Dugaan Intimidasi Minta Polda NTT Kloning Handphone Dokter Icha
Polres Sumba Barat Daya Amankan Dua Pelaku Pembunuhan
Ungkap Penyebab Kematian Dokter Icha, Kuasa Hukum Terlapor Dorong Otopsi
Tidak Intimidasi Dokter Icha, Kuasa Hukum Terlapor Sebut Hanya Diskusi Soal Penanganan Pasien