Masalah Utang Babi, Warga di Sumba Barat Daya Tewas Dianiaya
digtara.com -Novrianus Kaka alias Novri (37), seorang petani di Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT tewas dianiaya dengan parang pada Minggu (12/7/2026) petang.
Baca Juga:
Warga Desa Analewe, Kecamatan Kodi Bangedo, Kabupaten Sumba Barat Daya ini dibacok saat berada di Kampung Ngila Mangi, Desa Kahale, Kecamatan Kodi Balaghar, Kabupaten Sumba Barat Daya.
Korban mengalami luka potong pada tangan kiri hingga patah, kaki kanan, kepala, lengan kiri, bahu kiri, leher dan pipi kiri dan menyebabkan korban meninggal dunia di lokasi kejadian.
Korban diduga dianiaya oleh PLL (55), RD (28) NdM (17) dan PPB (27). Mereka merupakan warga Kampung Bikaha Desa Kahale, Kecamatan Kodi Balaghar, Kabupaten Sumba Barat Daya.
Korban awalnya mengajak Nikodemus Tanggu Bara (24) yang juga bendahara desa Kahale, Dedu Mone (18) dan Daud Ndara Jama (43) dari desa Ana lewe menuju ke kampung Bikaha, Desa Kahale untuk menagih utang.
Mereka menagih utang hewan babi kepada Ama Reta di kampung Bikaha karena ada babi yang dipinjam sebesar Rp 15 juta
Baca Juga:
Sebelumnya korban dan saksi lainnya sempat mengkonsumsi minuman keras.
Sesampainya di kampung Bikaha di rumah terduga pelaku, terjadi cekcok mulut antara korban dan terduga pelaku.
Korban sempat memaki pelaku dan memukul tangan kanan pelaku dua kali menggunakan kayu.
Korban dan rekan-rekannya kemudian pulang menggunakan tiga unit sepeda motor.
Saat pulang, korban dan rekannya sempat singgah di rumah Nikodemus Tanggu Baba.
Sementara terduga pelaku memberitahukan kepada kerabat yang lain dan berusaha mengejar korban dan rekannya.
Pelaku melihat korban masih berada di kediaman Nikodemus. Korban yang melihat pelaku cs datang kemudian memilih melarikan diri bersama rekan-rekannya.
Baca Juga:Saat berusaha menyelamatkan diri, korban terjatuh dan pelaku langsung menghampiri kemudian membacok korban dengan parang menyebabkan korban meninggal di lokasi kejadian.
Wakapolres Sumba Barat Daya, Kompol Marthinus Ardjon membenarkan peristiwa ini.
"Penyebab tindak pidana pembunuhan ini karena masalah hutang piutang," ujarnya pada Senin (13/7/2026).
Diakui kalau kejadian ini terjadi secara spontan diawali cekcok antara korban dan pelaku.
Aparat keamanan Polsek Kodi Bangedo dan Polres Sumba Barat Daya langsung mendatangi lokasi kejadian melakukan olah TKP.
Polisi juga menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan tetap menjaga situasi keamanan serta tidak melakukan aksi balas dendam karena bisa merugikan diri sendiri dan orang lain.
Baca Juga:
Polisi masih menyelidiki kasus ini guna mengamankan terduga pelaku.
Polisi dan Tim Terpadu di Sumba Barat Daya Pantau Pelayanan BBM di SPBU
Aksi Pemalakan di Sumba Barat Daya Sering Terjadi Bahkan Anggota Jadi Korban, Polisi Langsung Bekuk Pelaku
RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Jadi Era Baru Hukum Ketenagakerjaan, Ini Poin Pentingnya
Lagi Dua Pelaku Diamankan, Total Empat Pelaku Kasus Penyerangan di Sumba Barat Daya Ditangkap Polisi
Dua Pelaku Penyerangan di Sumba Barat Daya Dibekuk Polisi, Empat Pelaku Lain Termasuk Anak Kandung Korban Masih Buron
Kaget Ada Gempa, Lansia Perempuan di Sumba Barat Daya Meninggal Dunia
Komjen Pol Rudi Darmoko Berikan Penghargaan Delapan Kapolres Jajaran Polda NTT
Gratis dan Penuh Fasilitas, IPHI Rembang Tambah Praktik Manasik Haji 2027
Kemnaker Buka Seleksi Hakim Ad Hoc PHI 2026, Pendaftaran hingga 22 November
OPPO Reno X Dirumorkan Hadir dengan Layar 16:9, Bodinya Lebar hingga 85 mm
Berkas P21, Tersangka Persetubuhan Pada Anak di Rote Ndao Diserahkan ke Kejaksaan
Lagi, 33 Sumur Bor di NTT Diresmikan Kalemdiklat Polri
Bersama Kalemdiklat Polri, Kapolda NTT Yang Baru Tiba di NTT