Seorang Mahasiswa USU Aksi Tunggal Tuntut Keringanan Uang Kuliah
digtara.com – Seorang mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU), Dimas menggelar aksi tunggal untuk menuntut keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) di depan Gedung Biro Rektorat USU, Senin (8/2/2021).
Baca Juga:
Amatan digtara.com, Dimas memulai aksinya sekitar 11.30 Wib. Ia mengenakan topi caping, almamater USU, sembari memegang pengeras suara.
Dimas terlihat duduk sembari menunggu rektor USU untuk turun menjumpainya. Tampak spanduk yang ada di depannya bertuliskan, ‘Tolak semua mahasiswa konglomerat! Pak rektor ! Ringankan UKT/SPP mahasiswa USU’.
Ia memulai dengan berpuisi serta orasi soal problem mengenai persoalan mahasiswa di USU terkait UKT.
“Baru dua hari kita pendataan, hari ini ada 2.000 mahasiswa berharap keringanan UKT,” jelasnya saat berorasi.
Baca: Guru Besar USU Laporkan 5 Akun Twitter ke Mapoldasu, Salah Satunya Milik Jansen Sitindaon
Pihak rektorat pun sempat menghampirinya melalui Kepala Humas USU, Elvi dengan mengatakan padanya untuk berdiskusi dengan WR 1 di dalam gedung rektorat. Namun karena sebagian media tidak bisa turut ikut dalam audiensi, Dimas menolak untuk bicara di dalam gedung.
“Kalau mau audiensi semua media harus ikut biar hasilnya tersampaikan ke seluruh masyarakat. Jika tidak saya akan tetap tunggu pak rektor di sini. Agar pak rektor bisa bicara secara terbuka,” sebutnya kepada Elvi.
Walhasil, Elvi pun kembali ke gedung Biro Rektorat. Sampai saat ini Dimas masih berada di depan rektorat dan menyampaikan tuntutannya.
“Jika hari ini tidak ada kejelasan dari pihak birokrasi kampus maka kita akan aksi esok hari dengan massa yang besar,” tandasnya.
Seorang Mahasiswa USU Aksi Tunggal Tuntut Keringanan Uang Kuliah
Kunjungi Pengungsi di Maumere, Ketua PMI Jusuf Kalla Ingatkan Soal Rehabilitasi dan Rekonstruksi Kehidupan Masyarakat
Mantan Wapres Jusuf Kalla Keliling Flores Pantau Korban Gempa Bumi
Ada Gempa Susulan, Pasien RSUD Komodo Manggarai Barat Panik dan Minta Menginap di Tenda
Menhaj Minta PIHK Jangan Janjikan Berangkat Sebelum Visa Terbit
Menhaj: Umrah Mandiri Harus Dijawab dengan Peningkatan Layanan Bukan Perang Harga