Houthi Serang Arab Saudi, Konflik Timur Tengah Makin Memanas dan Selat Hormuz Terancam
Harga Minyak Bergejolak
Ketegangan geopolitik di kawasan langsung berdampak terhadap pasar minyak. Harga minyak mentah sempat melonjak lebih dari 4 persen pada perdagangan Senin sebelum kenaikannya menyusut menjadi sekitar 1 persen pada penutupan.Baca Juga:
Kondisi tersebut membuat perkembangan di Selat Hormuz semakin penting bagi pasar energi dunia. Setiap gangguan berkepanjangan pada jalur tersebut berpotensi meningkatkan risiko terhadap pasokan minyak sekaligus mendorong harga energi lebih tinggi.
Laporan Kerusakan Kapal di Selat Hormuz Saling Bertentangan
Situasi di jalur pelayaran juga semakin kompleks setelah muncul laporan berbeda mengenai kerusakan kapal tanker komersial.Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim kapal tanker berbendera Panama, El Gaia, mengalami kerusakan setelah menerjang ranjau laut ketika melintasi zona yang disebut sebagai wilayah terlarang di selatan Selat Hormuz.
Namun, Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) membantah klaim tersebut. CENTCOM menyebut kapal itu sebelumnya telah mengalami kerusakan akibat serangan rudal Iran pada bulan lalu.
Baca Juga:Di sisi lain, Organisasi Maritim Internasional (IMO) mengonfirmasi El Gaia mengalami kerusakan pada Sabtu. Dua awak kapal dilaporkan hilang dalam insiden tersebut.
Sejak pecahnya perang pada 28 Februari, Selat Hormuz disebut praktis tertutup bagi lalu lintas kapal komersial tanpa izin resmi dari Iran.
IRGC juga menegaskan akan tetap mempertahankan kendali atas jalur pelayaran tersebut. Kondisi ini membuat masa depan Selat Hormuz dan stabilitas pasokan minyak global masih menjadi perhatian utama.
ARab Saudi Diserang, Harga Minyak Dunia Melonjak 2,77 Persen, Brent Nyaris Tembus US$108 per Barel
AS Serang Iran Lagi, Harga Minyak Melambung di Atas USD 90 per Barel
5 Ide Dekorasi Kamar Minimalis Kekinian yang Nyaman dan Estetik
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 23 Juli 2026 Diproyeksi Melemah, Bergerak di Kisaran Rp17.920–Rp17.970 per Dolar AS
Konflik AS-Iran Memanas, Serangan Rudal Meluas hingga Negara Teluk dan Selat Hormuz Kembali Ditutup