Saksi Akui Berbohong Saat Antar Prada Lucky ke Rumah Sakit
Baca Juga:
Ia kembali memberikan obat di tanggal 31 Juli 2025 karena tangan Prada Lucky membengkak.
Keesokannya, 1 Agustus 2025, ia masih memeriksa lagi kesehatan Prada Lucky pada jam 6 sore. Bengkak dari Prada Lucky belum turun akan tetapi mualnya sudah mulai berkurang. Ia kembali memberikan Paracetamol dan pereda nyeri kepada dua korban ini.
Baca Juga:Ia sempat menyarankan kepada Dansi Intel Thomas Awi agar keduanya dibawa ke puskesmas segera sehingga pada tanggal 2 Agustus 2025, Prada Lucky diperiksa ke puskesmas.
Mereka mengantar menggunakan ambulans milik satuan oleh sekitar 3 prajurit termasuk dirinya. "Sekitar pukul 8 pagi sampai kurang lebih jam 12 baru selesai pemeriksaan," kata dia.
Pihak puskesmas menyarankan Prada Lucky dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aeramo, Kabupaten Nagekeo karena sudah mengidap anemia.
Sesampainya di RSUD Aeramo ia tak menyampaikan Prada Lucky menderita karena penyiksaan. Menurut dia ini arahan dari Danki dan Dansi Intel.
"Kami antar. Rumah sakit tanya saya jawab bilang jatuh dari pohon," kata dia.
Baca Juga:Oditur memastikan lagi apakah ia berbohong soal Prada Lucky jatuh dari bukit atau dari pohon kepada pihak RSUD Aeramo.
"Siap, seingat saya, saya bilang jatuh," jawabnya ragu-ragu.
"Lupa? Atau dilupa-lupain?" timpal Oditur. "Siap. Lupa," sahutnya.
"Saya tunggu sampai dipindahkan ke ruang rawat inap sekiranya jam 8 malam," tandasnya.
Ia juga terus berada di RSUD Aeramo untuk memantau Prada Lucky setiap harinya hingga dengan prajurit muda itu meninggal dunia.
Baca Juga:
Kapolda NTT Salurkan Bantuan untuk 9 Keluarga TNI AD Terdampak Kebakaran Asrama Kuanino
Sembilan Rumah Dinas di Asrama TNI Kuanino Terbakar
Perempuan Calo Casis Bintara TNI AD di Kupang Tipu Warga Hingga Ratusan Juta Rupiah
Mantan Rektor Aniaya Rektor IAKN di Halaman Kampus
415 Jembatan Rampung Dibangun, Satgas PRR Apresiasi Kerja Satgas Jembatan TNI AD